Jalin Silaturahmi Dengan Ulama, Ono.Surono Sowan Ke PWNU Jabar

KARAWANG,-  PDI Perjuangan  Barat mempererat jalinan kebersamaan dengan kalangan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Upaya PDIP membangun tali persahabatan dengan NU tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi, namun juga sampai ke kota/kabupaten, hingga kecamatan se-Jabar.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Ono Surono mengatakan, silaturahmi paska Hari Raya Idulfitri  dengan kalangan Nahdliyin penting dilakukan di Jabar.

Sebab, jelas Ono, Provinsi Jabar yang merupakan basis NU. Upaya mempererat tali silaturahmi antara PDI Perjuangan dengan NU, khususnya di Jabar jelas Ono, memiliki arti strategis.

Silaturahmi dengan NU, tambahnya, juga akan dilakukan DPC PDI Perjuangan di 18 kabupaten dan 9 kota, sampai ke PAC PDI Perjuangan di semua kecamatan se-Jabar.

Menurutnya, setiap DPC nantinya berkoordinasi dengan PCNU setempat, dan PAC dengan MWC NU, sehingga tercipta hubungan struktural yang harmonis.

“Karena itu, diperlukan pertemuan yang tak hanya sekali dua kali. Tapi akan dilakukan secara rutin, berkala, untuk mendiskusikan hal-hal strategis di Jabar dan juga yang bersifat praktis dalam membangun kesejahteraan rakyat melalui PDIP dan NU,” papar Ono.

Tak sekadar silaturahmi, menurut dia, PDI Perjuangan dan NU akan membahas persoalan strategis menyangkut ideologi negara, dan utamanya bagaimana meningkatkan kemakmuran rakyat Jawa Barat.

Kerja sama yang akan dijalin, menyangkut bidang hukum, ekonomi, keagamaan, kesejahteraan.

“Jika nanti kita bergerak bersama, seperti menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan dengan berbagai program, maka hal itu akan sangat membantu,” ujar politisi asal Indramayu ini.

Sementara itu Ketua DPC PDI Perjuangan Karawang Taufik Ismail, mengatakan kebersamaan antara PDIP dengan NU, sebenarnya bukan hal yang baru.

Pria yang akrab disapa Kang Pipik Sapaan ini menyebut ada latarbelakang sejarah seperti antara KH Abdurrahman Wahid dengan Megawati Soekarnoputri, juga antara Presiden pertama RI Soekarno dengan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari.

Juga bagaimana kemudian NU menjadi garda terdepan setelah kaum nasionalis untuk kepentingan melestarikan, merawat dan mengamalkan Pancasila.

“Sehingga ketika dua kelompok kekuatan rakyat ini bersatu, maka, Jabar sebagai sebuah provinsi penyangga Indonesia, akan menjadi kuat dan kokoh,” terang Kang Pipik.

Silaturahmi ke kediaman KH. Hasan Nuri Hidayatullah atau lebih dikenal Gus Hasan ketua PWNU Jabar di Cilamaya ini, Ono didampingi Wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, Anggota DPRD Jawa Barat Muhammad Jaenudin, Ketua DPC PDI Perjuangan Karawang Taufik Ismail, dan dr. Yesi Karya Lianti, MARS calon Bupati dari PDI Perjuangan kabupaten Karawang.  (*)

Tags:

Berita Terkait

Related News