Panen Raya Tiba, Harga Gabah Anjlok

KARAWANG,- Di tengah Covid-19 ini para petani padi di Desa Gempol Karya kecamatan Tirtajaya, menjerit lantaran harga gabah hasil panen raya anjlok.

Saat ini harga gabah kering yang biasa Rp 5000-5500/kilogram kini hanya berkisar Rp 4000-4200/kilogram.

"Panen di tahun ini, harga gabah kering Rp 4000-4200, tentunya kami para petani sangat merugi. Karena, untuk menghadapi musim tanam kembali, biaya yang harus dikeluarkan sangat besar sekali," cetus Asep, salah seorang petani Desa Gempolkarya kecamatan Tirtajaya-karawang.

Kepala Desa Gempolkarya, Acep Doyok, membenarkan harga gabah kering saat ini mengalami penurunan yang sangat drastis atau anjlok. Karena, kondisi musim panen saat ini berada di tengah wabah virus corona (Covid-19).

"Anjloknya harga tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor alam yang membuat hasil panen kurang bagus dan faktor lainnya yakni banyak para tengkulak gabah yang memainkan harga,"ucap Acep.

Ia juga mengungkapkan, pandemi Covid-19 ini tidak hanya menghambat sektor pertanian saja, namun menghambat seluruhnya, termasuk sektor ekonomi, industri dan pendidikan.

Mayoritas warga Desa Gempolkarya adalah petani padi, dengan luas lahan area sawah yang berada diwilayah Gempolkarya sebanyak 300 hektar lebih.

"Meskipun panen raya ini hasilnya cukup baik, namun dengan harga gabah yang anjlok tentunya petani juga tidak dapat untung," terangnya.

Para petani berharap, adanya peranan pemerintah disaat harga gabah petani menurun drastis (anjlok). Serta, berharap kepada pemerintah daerah, provinsi dan pusat agar memaksimalkan semua bantuan yang turun ke para petani dengan tepat sasaran. (wins)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News