Pansus DPR Setuju MLA Dengan Swiss, Hasanuddin : Kuncinya Niat Kejar Aset Koruptor

JAKARTA,- Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin berharap Pemerintah segera menindaklanjuti keputusan Pansus DPR yang menyetujui pengesahan ratifikasi perjanjian kerja sama hukum timbal balik (Mutual Legal Assistance/MLA) dengan Swiss.

Dengan perjanjian itu, maka berbagai hal terkait kerja sama masalah hukum hingga pengembalian aset warga Indonesia hasil korupsi atau pelanggaran hukum lainnya yang disimpan di Swiss, bisa dilaksanakan.

Menurut Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan MPR RI ini keputusan Pansus DPR dan Perwakilan Pemerintah menyetujui MLA tersebut, harus disahkan secara formal di rapat paripurna.

"Rapat paripurna tampaknya akan dilaksanakan minggu depan.

 Setelah diratifkasi berarti sudah saling mengikat. Nah supaya bisa diaplikasikan, harus ada petunjuk pelaksanaan dari masing-masing negara. Kalau di Indonesia, ya dibuat penegak hukum yang dikoordinir menkopolhukam," kata Hasanuddin, Minggu (5/7).

Ia menegaskan, nantinya ada beberapa satuan penegak hukum maupun lembaga negara terkait yang terlibat, mulai dari Kejaksaan Agung, Kepolisian, BIN, PPATK, dan Kemenlu.

"Dan juklak ini tentu harus disounding ke mereka. Atas dasar juklak itu, masing-masing membuat petunjuk teknis, lalu dibikin tim untuk mengejar aset, misalnya," kata Hasanuddin.

Hasanuddin mengatakan efektif tidaknya pengesahan perjanjian itu sangat tergantung pada niat baik pelaksana aturan di lapangan.

Tak bisa dibantah, bahwa aset hasil korupsi maupun yang memiliki aspek pelanggaran hukum banyak dilarikan ke Swiss. Bahkan ada yang menyebut jumlahnya hingga Rp11 ribu triliun.

"Masalahnya adalah niat baik untuk mengejar aset-aset haram yang dilarikan ke sana.  Yang jelas aturan ini sebenarnya sudah lama disiapkan. Dan bagi saya, ada atau tidak ada kebutuhan negara akan uang akibat korona atau pandemi, ini sudah jadi tanggung jawab negara menegakkan hukum dan menegakkan keadilan," tandas purnawirawan TNI bintang dua ini. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News