Pembangunan Saluran Tersier Asal Jadi, Masyarakat Bayur Kidul Protes Keras

KARAWANG - Pembangunan proyek desa yang bersumber dari keuangan negara seharusnya dikerjakan dengan maksimal agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama. Namun masih banyak terjadi di desa-desa terutama di Kabupaten Karawang yang mengerjakan proyek dari uang rakyat secara serampangan sehingga hasil pembangunannya asal jadi dengan kualitas rendah.

Salah satunya diduga terjadi di Desa Bayur Kidul Kecamatan Cilamaya Kulon dimana pembagunan Drainase dan Rabat Beton di Dusun Kecemek Rt 008 dan Rt 009/003 yang berbiaya Rp.59.841.000 diduga dikerjakan asal jadi.

Menurut WR, warga Dusun Kecemek dirinya sangat kecewa dengan proyek  drainase yang memiliki volume 284 m × 0,80 m × 0,30 m dan rabat beton yang memiliki volume 29,5 m x 4,0 m x 0,12 m ini. Pasalnya kata WR dua proyek tersebut dikerjakan semaunya dan asal jadi.

"Pekerjaan drainase dan rabat beton yang anggarannya dari Bantuan Gubernur tahun 2020 saat ini jadi perbincangan masyarakat karena dikerjakan oleh Pemdes Bayur Kidul tidak sesuai dengan bistek pekerjaan," ujar WR dengan nada geram.

Masih kata WR, melihat langsung pemasangan drainase dan rabat betok nampak miring dan  acak acakan. Bahkan kata WR, pekerjaan rabat beton tersebut  bagian tengah batu pasangan dikerjakan tidak rapih dan bolong bolong.

Selanjutnya kata WR, pekerjaan drainase yang seharusnya rata dan tersusun rapih ternyata malah tidak terlihat pasangan batu.

Selain kata WR, dua pekerjaan tersebut dikerjakan tanpa pengawasan dari pihak Pemdes Bayur Kidul.

"Gak ada pengawasan dari pihak pemerintah desa Bayur Kidul sehingga para pekerja proyek mengerjakannya asal jadi," pungkasnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News