Tel-U Berikan Subsidi Pembelajaran Daring Dan Program Keringanan BPP

BANDUNG,- Untuk membantu mahasiswa di masa pandemi covid-19, Telkom University memberikan subsidi pembelajaran daring dan program keringanan BPP.

Hal tersebut  tertuang dalam Surat Edaran Rektor Telkom University dengan Nomor: 083/SKR4/REK/2020 terkait Subsidi Pembelajaran Daring, Keringanan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) dan Pengembalian Biaya Asrama Semester Ganjil Tahun Akademik 2020/2021 Bagi Mahasiswa Di Lingkungan Universitas Telkom tertanggal 7 Juli 2020.

Dalam surat edaran tersebut Telkom University memberikan beberapa ketetapan diantaranya adalah Pemberian keringanan BPP Semester Ganjil 2020/2021 bagi mahasiswa lama (mahasiswa aktif Semester Genap 2019/2020) yang terdampak ekonomi akibat Covid-19 sampai dengan 25% dari BPP. Jika mahasiswa masih memerlukan bantuan lebih maka akan disalurkan melalui program beasiswa.

Kemudian, mahasiswa yang hanya mengambil mata kuliah Tugas Akhir (di luar masa studi normal) pada Semester Ganjil 2020/2021 hanya membayar sejumlah SKS Tugas Akhir (6 SKS).

Seluruh mahasiswa (mahasiswa lama dan baru) akan diberikan subsidi pembelajaran daring dalam bentuk kuota internet atau potongan BPP dengan besaran yang sama untuk mendukung Study From Home pada Semester Ganjil 2020/2021.

Selain itu, pengembalian Biaya Asrama Mahasiswa Baru selama masa pembelajaran daring (1 Semester)dapat berupa pengembalian uang tunai/potongan BPP Semester Genap 2020/2021 yang akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh Direktorat Kemahasiswaan.

Untuk teknis pemberian keringanan pembayaran BPP dan subsidi pembelajaran daring Semester Ganjil 2020/2021 akan diinformasikan dan di koordinasikan melalui Dosen Wali.

Menurut Direktur Sekretariat dan Perencanaan Strategis Telkom University Dr. Anisah Firli, pemberian keringanan BPP yang ditetapkan Telkom University ditujukan kepada mahasiswa yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Ada 3 kriteria yang kami tetapkan untuk membantu meringankan beban mahasiswa, yakni kriteria berat kami berikan potongan 25%, sedang 15% dan ringan 10%, selain itu kami juga memberikan kebijakan penundaan dalam proses pembayaran BPP," kata Anisah dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (9/7).

Selain itu, kata dia, bagi mahasiswa yang terdampak sangat berat dan masih memerlukan bantuan lebih diatas 25% maka akan kampus akan menyalurkannya melalui program beasiswa, baik beasiswa yang berasal dari internal maupun eksternal (pemerintah dan swasta).

"Jika nantinya Telkom University menerima bantuan UKT dari Kemendikbud yang rencananya akandiberikan kepada PTS, tentunya kami akan menyalurkan 100% dari bantuan tersebut kepada mahasiswa," kata dia.

Telkom University telah menetapkan bahwa pembelajaran Semester Ganjil TA 2020/2021 berjalan secara daring, sehingga untuk mendukung pembelajaran daring Telkom University kembali memberikan subsidi dalam bentuk kuota internet atau pemotongan BPP sesuai dengan pilihan mahasiswa.

“Jadi mahasiswa dapat memilih subsidi pembelajaran daring berupa kuota internet atau pemotongan BPP dengan besaran yang sama dan hal ini untuk mengakomodir agar subsidi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa," tuturnya.

Anisah mengatakan, karena Telkom University telah menetapkan pembelajaran Semester Ganjil TA 2020/2021 secara daring, artinya tidak ada mahasiswa yang tinggal di asrama.

Pihak Telkom University, kata dia, akan mengembalikan biaya asrama Semester Ganjil ini kepada mahasiswa.

"Pengembalian dana tersebut kami berikan pilihan dapat berupa uang tunai ataupun dalam bentuk pemotongan BPP di Semester Genap TA 2020/2021," ungkapnya.

Firli menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian Telkom University terhadap mahasiswa di masa pandemi Covid-19. Ia menegaskan dengan ketetapan ini Telkom University ingin agar mahasiswa tetap mendapat pendidikan yang layak ditengah pandemi Covid-19,
"Kami juga akan memastikan mahasiswa kami yang terdampak ekonomi untuk tetap bisa kuliah. Subsidi ini tentunya bukan sebagai bentuk ganti rugi atas besaran dampak ekonomi yang dialami, sehingga kami berharap besarnya subsidi tersebut tidak dibandingkan dengan musibah yang dialami," tandasnya. (nie/*)

 

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News