Ingin Beroperasi Kembali, Pengemudi Ojek Daring Datangi DPRD Kota Bandung

BANDUNG, - Sejumlah pengemudi ojek daring menyambangi Gedung DPRD Kota Bandung guna memertanyakan rapid dan swab test sebagai prasyarat untuk bisa beroperasi kembali.

Yaman Didu selaku tim advokasi Driver Online Jawa Barat Bersatu mengatakan, kondisi pengemudi ojek daring selama pandemi cukup mengkhawatirkan, terlebih sejak dihentikannya layanan untuk mengangkut penumpang.

Sehingga, untuk membayar rapid atau swab test sangat berat bagi mereka.

“Kalau ada rapid dan swab test atau surat bebas Covid-19, berat kalau dibebankan kepada kami. Maka itu, kami meminta kepada DPRD untuk menyampaikan ke Pemerintah Kota Bandung agar ada pemeriksaan gratis,” cetusnya.

Selain itu, mereka pun meminta agar Pemkot Bandung segera memerbolehkan ojek daring untuk mengangkut penumpang. Terlebih, di daerah lain di Jabar, ojek daring sudah diperkenankan untuk mengangkut load factor.

“Kami warga Kota Bandung juga harus diperhatikan. Di kota lain layanan mengangkut penumpang sudah diperbolehkan, kenapa di sini belum. Ini perlu dicermati, kami memahami tapi tolong jadi catatan, karena kami driver online bagian dari yang menggerakkan perekonomian Kota Bandung,” kata dia.

Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan menyambut baik apresiasi yang disampaikan oleh para pengemudi ojek daring tersebut.

Mengenai hasil rapid maupun swab test yang dipersyaratkan agar bisa mengangkut penumpang, dia tak menyangkal hal itu cukup memberatkan bagi pengemudi, mengingat biaya yang tak murah.

“Kalau untuk rapid atau swab, memang bukan sesuatu yang mudah bila dibebankan kepada driver, terlebih ditengah kondisi seperti saat ini,” tukas Tedy.

Namun, Tedy menyatakan, akan berkoordinasi dengan Pemkot Bandung guna memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi ojek daring. Terlebih, pemerintah kota pun masih melakukan rapid dan swab test terhadap warga Kota Bandung sebagai langkah penanganan Covid-19.

“Kalau untuk swab memang mahal. Tapi kalau untuk rapid, kalau memang masih tersedia sarananya, kenapa tidak untuk memberikan bantuan. Namun harus ada win-win solution, karena pemerintah masih melakukan banyak rapid test terhadap warga Bandung, sehingga pihak aplikator pun bisa membantu dalam hal ini,” paparnya. (Pan)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News