Tahun Ajaran 2020/2021, SMKN I Tirtajaya Membuat Aplikasi

KARAWANG - Ditengah pandemi Covid-19 Pemerintah Provinsi Jawa barat pastikan tahun ajaran baru 2020/2021 yang dimulai pada 13 Juli 2020 masih dilakukan secara daring. Mengantisipasi hal itu, SMKN I Tirtajaya membuat aplikasi "satria mobile" dan sudah menyiapkan 348 tablet bagi siswa yang tidak memiliki android.

Diketahui PPDB 2020/2021 SMKN I Tirtajaya membuka kuota sebanyak 10 Rombel dengan jumlah 360 siswa. Dari jumlah pendaftar yang masuk ada 17 pendaptar yang tidak diterima karena melebihi jumlah kuota Rombel yang sudah ditentukan.

Ketua Panitia PPDB yang sekaligus Wakasek Bidang Kesiswaan, H. Asnam, mengatakan terkait rencana pembukaan sekolah sebagaimana sudah disampaikan pak Gubernur, Disdik, bahwa difase satu perpanjangan ini, sekolah sudah mempersiapkan segalanya salah satunya yakni menyiapkan 348 tablet dari bantuan Bos Kinerja untuk dipinjamkan kepada siswa yang tidak memiliki android.

"Untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sementara dilaksanakan secara daring, sesuai dengan aturan provinsi Jawa barat bahwa dari mulai kegiatan MPLS sampai belajar itu, sementara kita pake sistim Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Dengan antisipasi, bilamana ada siswa yang tidak memiliki android, sekolah akan meminjamkan tablet android dari bantuan Bos Kinerja," ujar Wakasek pada portaljabar.net, Sabtu (1/7).

Kepala Sekolah SMKN I Tirtajaya, Drs. H. Dedi Jubaedi, M.M, manambahkan, dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021 yang berada ditengah pandemi Covid-19, nanti dilakukan perkenalan siswa secara jarak jauh atau daring. Selanjutnya, ketika kegiatan pembelajaran disekolah sudah dipastikan aman, barulah Provinsi Jabar akan membuka sekolah.

"Alhamdulillah, PPDB 2020/2021 hingga selesai berjalan lancar dan kondusif, untuk kuota terpenuhi bahkan ada 17 orang yang tidak diterima karena kelebihan kuota," ungkapnya.

Menurutnya, kelebihan SMKN I Tirtajaya ditahun ajaran baru ini, untuk PJJ sekolah sudah bisa membuat aplikasi sendiri yaitu "Satria Mobile" sementara sekolah yang lain menggunakan aplikasi zom, WB dan sejenisnya.

"Mudah-mudahan SMKN I Tirtajaya semakin maju kedepannya. Dan mudah-mudahan PPDB ditahun depan pemerintah provinsi bisa menambahkan kuota rombel untuk mengakomodir siswa agar tidak ada yang di delet," tutupnya. (wins)

Tags:

Berita Terkait

Related News