Masuki Era Baru H Wendi Darmawan Bentuk NHN Untuk Akomodir Kebutuhan Praktis K3

KARAWANG - Masuki Era baru (era kebiasaan baru) H Wendi Darmawan Amk. SKM.MM.KKKL kembali membuat gagasan baru dengan membentuk New HSE Networking (NHN) untuk mengakomodir praktisi K3.

Dibentuknya NHN bertujuan untuk menjaring dan mengakomodir para praktisi K3 untuk silaturahmi terutama mempasilitasi para praktisi yang belum bekerja. NHN merupakan jaringan networking yang didalamnya beranggotakan praktisi K3. Harapan Wendi dengan dibentuknya NHN ini selain menjadi ajang silaturahmi dan dapat menjadi jejaring bertukar ilmu dan pengalaman, NHN juga dapat menjadi jembatan yang memfasilitasi praktisi K3 untuk mendapatkan pekerjaan, dan memutus praktek percaloan dalam perekrutan tenaga kerja.

"Dengan dibentuknya NHN ini saya berharap selain menjadi ajang silaturahmi dan berbagi ilmu serta pengalaman, NHN pun dapat menjadi jembatan yang memfasilitasi para praktisi K3 untuk mendapatkan pekerjaan dan memutus peraktek percaloan dalam perekrutan tenaga kerja," jelasnya pada portaljabar.net 

Untuk memudahkan mengedifikasi angota NHN dibekali safety pasport dan sertifikasi yg di tandatangani oleh NHN Leader.

"Untuk memudahkan kawan-kawan mengenali sesama anggota NHN, dapat dilihat dari safety pasport yang kami berikan secara gratis atau bonus dari peserta yang mengikuti training dan seminar kami, selain itu juga dapat dilihat dari sertifikasi yang mereka miliki bertandatangan NHN Leader, untuk saat ini dijabat oleh saya sendiri," jelasnya.

Pada hari Sabtu 11 Juli, beliau baru saja selesai mengadakan bincang-bincang K3 jilid 4 secara online. Yg di seponsori oleh Poltek Bhakti Asih Purwakarta yg di buka langsung oleh Dr. Hj Maimunah S.ST.SKM MKS. Dalam bincang-bincang ini membahas tentang bagaimana caranya menjadi anggota NHN dan sekaligus menjelaskan apa itu safety pasport dan P2K3. Selain itu ia pun sempat mengunggah video penjelasanya tentang NHN ini dan sudah cukup viral dikalangan praktisi K3.

"Hari Sabtu kemarin tanggal 11 Juli saya baru saja selesai mengadakan bincang-bincang K3 Jilid 4, secara online. Disitu saya sebagai narasumber menjelaskan bagaimana seorang praktisi K3 dapat menjadi anggota NHN dan mengenalkan apa itu safety pasport dan P2K3. Selain itu saya juga sudah mengunggah video penjelasan saya tentang NHN ini di YouTube, alhamdulillah sudah ramai dikunjungi oleh praktisi K3, bisa d lihat di link Video https://youtu.be/74IvZdhHYC0" sebutnya.

Dihubungi melalui jejaring sosial WhatsApp M. Aji salah seorang peserta bincang-bincang mengungkapkan betapa dia merasa sangat beruntung dapat menjadi anggota NHN dan memiliki safety pasport yang merupakan identitas dirinya sebagai praktisi K3.

"Saya merasa sangat beruntung sekali dengan menjadi anggota NHN dan memiliki safety pasport untuk identitas saya sebagai praktisi K3, di dalam safety pasport itu ada data diri saya dan pelatihan apa saja yang telah saya ikuti," sebutnya.

"Di dalam NHN ini saya merasa terbantu sekali karena anggotanya mulai dari senior-senior praktisi juga ada akademisi seperti dosen-dosen ilmu K3. Disana saya bisa bertukar ilmu dan pengalaman tentang K3 dengan senior dan para dosen K3," tambahnya.

Selain itu H. Wendi menjelaskan beliau pun menghimbau para senior K3 yang sudah memiliki posisi di perusahaanya masing agar dapat membatu sesama anggota NHN dalam proses penerimaan atau prekrutan tenaga HSE di perusahaanya.

"Saya juga telah menghimbau para senior K3 yang telah tergabung di NHN untuk membantu teman-teman anggota yang masih belum bekerja. Rata-rata mereka sudah memiliki posisi yang bagus di perusahaanya masing-masing jadi bila ada kebutuhan praktisi K3 di perusahaanya tolong agar mempriotaskan kawan-kawan di NHN," tutupnya. (Jiem)

Tags:

Berita Terkait

Related News