Dituduh Bekingi Proyek, Kades Cibiru Hilir Tempuh Jalur Hukum

CILEUNYI,- Kepala Desa Cibiru Hilir HM Yunus membantah keras telah menerima uang pelicin dari PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical untuk memuluskan proyek pembangunan tiang fiber optik di wilayah Desa Cibiru Hilir Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung.

Yunus mensinyalir ada pihak-pihak yang sengaja menyebarkan berita bohong untuk menjatuhkan dirinya.

"Beredar surat berita acara penerimaan kompensasi pemasangan tiang fiber optik di wilayah Desa Cibiru Hilir. Disitu disebutkan saya bersama aparat dan Kepala Dusun (Kadus) menerima sejumlah uang kompensasi sebesar Rp. 5 juta," beber Yunus kepada awak media di Kantor Desa Cibiru Hilir Rabu, (29/7).

Yunus mengungkapkan, ada beberapa kejanggalan dari surat berita acara yang beredar.

Seperti kop surat yang berbeda dengan kop surat resmi Desa, tanda tangan Kepala Desa beserta Kadus yang dipalsukan.

Selain itu, tegasnya, ada nama Kadus yang dipalsukan dan stempel Desa yang berbeda dengan stempel resmi yang dimiliki Desa.

"Mereka memalsukan kop surat, stempelnya, tanda tangan saya dan para Kadus. Dalam berita acara tertanggal 16 Maret itu juga tidak memiliki nomor resmi, apalagi hanya ditulis dengan tangan," bebernya.

Yunus mengaku merasa pihaknya dan jajaran aparatur perangkat desa merasa sangat dirugikan dengan adanya surat berita acara tersebut.

Apalagi, tanpa konfirmasi salah satu media online memuat berita tersebut.

"Saya tempuh jalur hukum karena pemalsuan dokumen itu masuk ranah pidana. Saya juga akan mensomasi media online tersebut untuk meminta maaf, kami beri waktu 2x24 jam," tegasnya.

Yunus juga menerangkan, menyebarnya surat berita acara bohong itu, diduga berawal dari rencana adanya pemasangan tiang fiber optik di wilayah Desa Cibiru Hilir.

Ditegaskannya, pihak Desa hingga saat ini belum memberikan ijin secara resmi, proyek pemasangan tiang fiber optik kurang lebih 18 titik tersebut.

Ia juga mengakui, pihak perusahaan fiber optik pernah mendatangi kantor desa, untuk masalah pemasangan tiang. Itupun ungkapnya, hanya sebatas lisan.

Secara resmi dan tertulis, pihak desa tegasnya, belum mengeluarkan ijin.

"Pernah ada yang datang kesini (kantor desa), tapi hanya lisan saja. Belum ada ijin resmi yang dikeluarkan Desa,"cetusnya.

Dengan adanya surat berita acara palsu itu, pihak Desa pun melaporkan kepada kepolisian untuk diusut.

Dalam prosesnya, Polsek Cileunyi sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangannya, termasuk pihak perusahaan jaringan fiber optik.

:Ini merupakan pencemaran nama baik. Tidak ada kesepakatan dengan proyek itu, tiba-tiba muncul ini (surat berita acara palsu). Berita ini sudah menyebar luas, pencemaran nama baik. Kalau betul, ya kami akan tanggung resikonya. Tapi kalau tidak betul bagaimana?, nama desa sudah tercemar,"pungkasnya. (nie/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News