Kemenparekraf Tunjuk Bandung Tujuan Event, Bangkitkan Industri Wisata

BANDUNG,- Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menunjuk Bandung sebagai tujuan event.

Ditunjuknya Bandung sebagai upaya untuk meningkatkan kembali perekonomian yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Interprestasi, yang digelar Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Kota Bandung Kamis, (6/8).

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Event Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani mengatakan, melalui FGD pemerintah merespon fase New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Kemenparekraf sendiri memperkuat produk pariwisata dengan penyusunan Roadmap destinasi wisata dan budaya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, dampak pandemi Covid-19 yang melanda, sangat terasa di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat ini, berbagai program dan upaya dilakukan pemerintah baik pusat, provinsi maupun daerah, untuk membangkitkan kembali perekonomian khususnya di industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Bandung dijadikan event dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, guna membangkitkan kembali perekonomian, melalui goverment standing,"ungkap Dedi.

Dalam kesempatan itu, Dedi memaparkan New Opportunity melalui transformasi ekonomi sosial dan budaya di masa New Normal. 

Dijelaskannya, ada tiga fase pemulihan ekonomi di industri pariwisata, ekonomi kreatif maupun kebudayaan yang dilakukan pemerintah Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat.

Fase kedua dikatakan Dedi, merupakan fase Pemulihan yang dilakukan Juni hingga Desember 2020 dan fase normalisasi pada 2021 nanti.

"Konsep 'The New Normal pada promosi pariwisata domestik yang dibagi ke dalam beberapa bagian daerah. Tentu saja ada penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kita berharap dalam fase pemulihan sudah mulai mengedepankan quality tourism," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Event Rizki Handayani, Alexander Reyaan selaku Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan, dengan narasumber Wiwien T Wiyonoputri, Hari Ristanto, serta Teguh Amor Patria. (nie/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News