Peringati Asyuro, Kabuyutan Dayeuh Luhur Gegerkalong Bakal Gelar Ngarawatan Taliparanti Karuhun

PORTALJABAR,- Hari Asyuro atau hari ke 10 di bulan Muharram dalam kalender Islam, merupakan hari yang penuh sejarah.

Berbagai cara dilakukan umat Islam di Tanah Air yang berakar kepada budaya dan tradisi leluhur, dalam memperingatinya. Tradisi yang lahir dari adat dan budaya masyarakat setempat, digelar sesuai dengan pemahaman dan keyakinan yang mereka percayai.

Seperti tradisi memperingati 10 Muharram yang akan digelar Kabuyutan Dayeuh Luhur Gegerkalong Bandung.

Sesepuh sekaligus tokoh Kabuyutan Dayeuh Luhur Gegerkalong Bandung Abah Yusuf Bahtiar mengatakan, peringatan 10 Muharram (Asyuro), merupakan bentuk kecintaan dan penghormatan kepada cucu Nabi Muhammad SAW, yakni Al Husein As dan keluarganya, yang syahid di medan peperangan.

"Peringatan ini, sudah merupakan warisan budaya dari leluhur kami,"ucap Abah Yusuf kepada sejumlah media, Kamis, (27/8).

Dikatakannya juga, dalam tradisi leluhur 'Ngarawatan Taliparanti Karuhun' akan dilakukan ritual budaya yang biasa digelar masyarakat adat.

"Rencananya akan digelar pada Sabtu lusa nanti. Mulai dari ziarah ke makam leluhur, arak-arakan budaya dan lainnya,"jelasnya.

Tradisi ini bukan hanya dilakukan oleh masyarakat adat Kabuyutan Dayeuh Luhur Gegerkalong, namun juga oleh masyarakat adat lainnya di Nusantara.

Dijelaskannya, ada 12 kelompok besar masyarakat adat yang terbagi menjadi 740 di seluruh Nusantara.

"Sudah disampaikan oleh Presiden RI, Jokowi, bahwa masyarakat adat merupakan bagian dari NKRI, sekaligus memperkuat NKRI,"imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Abah Yusuf juga mengatakan, pihaknya mengundang jajaran Polda Jawa Barat dan pemangku kebijakan lainnya, agar dapat menyaksikan tradisi budaya yang masih dirawat dan dipegang teguh, oleh masyarakat adat Kabuyutan Dayeuh Luhur Gegerkalong Bandung. (nie/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News