Tim Velox Pejaten Lakukan Sosialisasi AKB Dan Penyemprotan Disinfektan Di Bandara Husein Sastranegara

PORTALJABAR,- Dalam rangka mendukung penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) terhadap Covid-19, Badan Intelijen Negara (BIN) melalui Tim Velox, atau Dekontaminasi Pejaten melakukan sosialisasi/edukasi di PT Angkasapura II Bandara Husein Sastranegara Bandung, Selasa (7/9).

Tak hanya itu, Tim Velox juga melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian hand sanitizer dan masker, serta vitamin.

"Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan penularan COVID-19 antara pengurus dan pekerja di lingkungan Bandara Husein Sastranegara," kata Juru Bicara Tim Velox Pejaten BIN, Abdul Razzak kepada wartawan usai kegiatan di Bandara Husein Sastranegara.

Tim Velox Pejaten, kata Abdul, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kerjasama dari seluruh Keluarga Besar Bandara Husein Sastranegara yang sangat kooperatif mengikuti rangkaian kegiatan yang difasilitasi sesuai dengan protokol kesehatan.

"Bandara Husein Sastranegara menjadi prioritas karena mempertimbangkan kondisi bandara yang menjadi salah satu fasilitas umum di masa pandemi yang rentan terhadap adanya penularan atau penyebaran COVID-19," tuturnya.

Ia menambahkan, antisipasi penyebaran covid-19 dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas kesehatan di lingkungan bandara dan disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Di samping itu, kata Abdul, selama lebih dari 6 bulan terakhir, BIN yang dalam hal ini hadir sebagai perwakilan pemerintah, telah banyak melakukan berbagai aksi nyata untuk memutus mata rantai penyebaran COVID 19 di Indonesia.

"Upaya tersebut juga merupakan wujud upaya BIN dalam melaksanakan deteksi dini dan cegah dini terhadap pandemi COVlD 19 sebagai ancaman asimetris yang dihadapi oleh Indonesia," bebernya.

Abdul mengatakan untuk kegiatan sosialisasi, edukasi, dan dekontaminasi, telah dilaksanakan di beberapa tempat, yaitu tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, dan vihara.

Selain itu, kata dia, dilakukan juga di berbagai fasilitas umum seperti pasar. stasiun, halte, terminal hingga rest area.

Sekaligus beberapa fasilitas sosial lainnya seperti pondok pesantren. panti asuhan. hingga yayasan sosial.

"Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Indonesia untuk siap dalam menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru, seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah," imbuhnya.

Ia mengungkapkan, semua pihak berharap pandemi COVID 19 ini dapat segera reda dan berakhir.

Namun, tegasnya, masyarakat juga harus siap untuk menjalani tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru saat kembali beraktivitas. kembali produktif.

"Harus tetap aman dari covid- 19. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong kita pasti dapat lalui pandemi COVID 19 ini," tegasnya. (nie/*)   

Tags:

Berita Terkait

Related News