Oknum Massa KAMI Dituding Lakukan Intimidasi, Mahasiswa Bandung: Polisi Harus Usut Tuntas

PORTALJABAR,- Aksi pengusiran yang diduga dilakukan oleh peserta Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jabar di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (7/9) lalu menimbulkan reaksi keras dari sejumlah elemen mahasiswa.

Insiden terjadi saat elemen mahasiswa dari Ikatan Cendikia Cipayung (ICC) dan Aliansi Mahasiswa Pasundan (AMP) melakukan aksi menolak deklarasi.

Kelompok mahasiswa di bawah intimidasi kemudian dibubarkan secara paksa oleh oknum massa KAMI.

Aliansi Mahasiswa Kota Bandung untuk NKRI menilai insiden yang terjadi telah mencederai demokrasi dan kebebasan berpendapat di muka umum, yang notabene dilindungi oleh undang-undang.

"Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia yang diklaim sebagai gerakan moral yang santun menurut Prof Dien Syamsudin dan Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo ternyata tidak sesuai dengan apa yang diucapkan," tegas perwalilan Aliansi Mahasiswa Kota Bandung, Budi Antono disela aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (9/9).

Aksi diwarnai sejumlah poster dan spanduk bertuliskan penolakan terhadap kehadiran KAMI Jabar, seperti "KAMI Jabar Organisasi Santun?? Bohong Besar!!", "Aparat Kepolisian Segera Mengusut Tindakan Anarkis yang Dilakukan Oknum Massa KAMI Jabar".

"Seharusnya, sebagai sesama elemen bangsa, terlebih telah mengklaim sebagai gerakan moral yang santun, elemen KAMI dapat menjaga marwah tokoh-tokohnya dengan dapat menghargai perbedaan dan terlebih tidak melakukan tindakan anarkis," tegasnya.

Ditambahkan Budi, apa yang elemen mahasiswa sampaikan sebenarnya merupakan bentuk kepedulian.

Terutama pada terus berkembangnya wabah Covid-19 di Indonesia dan Jawa Barat serta Kota Bandung pada khususnya yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

"Artinya elemen mahasiswa Kota Bandung juga memiliki kepedulian yang sama dengan elemen KAMI untuk menjadikan bangsa ini semakin maju, namun dengan cara dan tema yang berbeda," terangnya.

Atas peristiwa tersebut, Aliansi Mahasiswa Kota Bandung Untuk NKRI menyatakan pernyataan sikap.

Budi menegaskan, pihaknya mengutuk keras tindakan kekerasan, makian, bullying, dan persekusi yang dilakukan oleh siapapun termasuk oleh elemen KAMI Jabar

"Kami meminta agar seluruh elemen bangsa Indonesia dapat menghargai perbedaan karena pada dasarnya yang dilakukan adalah demi kejayaan dan keberlangsungan NKRI," tuturnya.

Aliansi Mahasiswa juga menolak keberadaan KAMI Jabar yang ternyata tidak lebih dari organisasi preman yang tidak dapat menghargai perbedaan dan cenderung arogan dan anarkis.

"Kami juga mendesak Polrestabes Bandung dan Polda Jabar memproses hukum pelaku kekerasan terhadap elemen mahasiswa," katanya.

"Pada dasarnya negara ini adalah negara hukum setiap tindakan dan perbuatan yang dilakukan harus dapat dipertanggungjawabkan di depan hukum," terang Budi.

Satu tuntutan lain, pihaknya mendesak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar dan Kota Bandung memberikan teguran keras kepada KAMI Jabar yang melakukan deklarasi di sebuah rumah tanpa izin dan rekomendasi pihak Kepolisian dan Gugus Tugas Covid-19. (nie/*).

Tags:

Berita Terkait

Related News