Tanggapan Menteri Basuki Tentang Sepeda Masuk Tol

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan tanggapan soal usul Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang meminta ruas Tol Cawang-Tanjung Priok atau Jakarta Intra Urban Tollroad (JIUT) bisa dimasuki sepeda.

Menurutnya, Usulan tersebut belum bisa dilakukan karena akan menutup pergerakan kendaraan roda empat atau lebih.
"Belum, Belum, Saya dapat laporan dari tim, Bina Marga, kalau itu dipakai sejalur saja pasti tidak boleh, itu menutup. Kalau di jalan tol itu memang tidak mungkin," ujar Basuki di Kantor Kementerian PUPR, seperti dikutip Kamis (10/9/2020).

Basuki menegaskan, jalan tol secara aturan memang dikhususkan untuk kendaraan roda empat atau lebih. Di bawah itu apapun bentuk kendaraannya dilarang masuk jalan tol, termasuk bemo.
"Yang kurang dari roda 4 kayak bemo saja tidak mungkin. Aturannya jalan tol itu untuk kendaraan roda 4 dan lebih. Apalagi sepeda. Maka dari itu sedang di instruksikan oleh Dinas Perhubungan DKI untuk melakukan simulasi," ujarnya.

Adapun ide Pemprov DKI tentang membuat jalur khusus untuk sepeda di Tol JIUT dilampirkan dalam  surat tertanggal 11 Agustus 2020 kepada Menteri PUPR. Bertujuan untuk mengakomodasi pengguna sepeda yang terpantau ramai setiap hari Minggu pukul 06.00-09.00 WIB.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit menyampaikan, surat tersebut kini tengah dikaji oleh pihaknya dan Direktorat Jenderal Bina Marga. Beberapa pertimbangan teknis jadi acuan dalam perhitungan pemberian izin tersebut.

"Safety and security akan jadi pertimbangan utama dengan tetap memenuhi SPM (Standar Pelayanan Minimal) jalan tol," ungkap Danang kepada Media, Sabtu 29 Agustus 2020.

Selain itu, ia mengatakan, pihaknya juga tidak mau kehadiran jalur sepeda ini nantinya bisa menimbulkan kemacetan di ruas tol ke arah Pelabuhan Tanjung Priok tersebut. Oleh karenanya, Danang meminta Pemprov DKI melakukan simulasi lalu lintas guna mencegah potensi terjadinya kemacetan baru.
"Ini yang kami minta dilakukan simulasi traffic oleh DKI. Terutama jalur logistik," ungkap dia.Lebih lanjut, ia juga menyatakan BPJT dan Kementerian PUPR tidak pernah terpikir untuk membuat jalur khusus sepeda di dalam jalan tol. Itu murni sepenuhnya usulan pihak luar, dalam hal ini Pemprov DKI beserta Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

"Kami tidak pernah merencanakan tol untuk sepeda. Jadi ini sifatnya kan inisiatif Gubernur DKI yang kita evaluasi kemungkinannya," ujar Danang.

Sumber : Liputan6.com

Tags:

Berita Terkait

Related News