Petani Pakisjaya Dan Batujaya Menjerit, Pupuk Subsidi Masih Langka

PORTALJABAR, - Dampak Pupuk Subsidi yang masih langka di pasaran, petani Kecamatan Pakisjaya, Batujaya, Tirtajaya, Jayakerta, Cibuaya, Pedes dan Kecamatan Rengasdengklok keluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi hingga saat ini.

Akibatnya, para petani terpaksa harus membeli pupuk nonsubsidi yang harganya lebih tinggi hingga tiga kali lipat dari harga normal pupuk bersubsidi.

Petani asal Desa Telukbuyung Kecamatan Pakisjaya, H. Atim mengatakan padahal saat ini sawahnya yang baru berumur 1 bulan sedang memasuki tahap masa pemupukan.

Tetapi, untuk membeli pupuk subsidi di kios-kios tani diwilayah Pakisjaya dan Batujaya masih kosong.

"Demi mencukupi kebutuhan asupan pertumbuhan tanaman padi, mau tidak mau kami pun terpaksa harus membeli pupuk yang harganya Rp 450.000 per kwintal. Padahal, harga pupuk subsidi itu hanya Rp190.000 per kwintal," cetus Atim, pada portaljabar.net, Selasa (15/9).

Lanjut Atim, kesulitan dalam mencari pupuk bersubsidi ini terjadi hampir sebulan belakangan ini, bukan hanya di kecamatan Pakisjaya saja, di kecamatan lain pun petani mengalami kesulitan.

Dengan persoalan yang dihadapi kemarin waktu awal tanam padi, kami direpotkan dengan kesulitan air.

"Saat ini, para petani yang ada di Kecamatan Pakisjaya dan Batujaya khususnya kebingungan mencari pupuk subsidi. Alhamdulillah, pasokan air irigasi sudah memadai," terangnya.

Menurutnya, secara matematis kapan petani mau di berikan kesejahteraan. Karena, hasil pertimbangan harga pupuk non subsidi dengan harga jual "gabah" dan anehnya lagi harga pupuk nonsubsidi berlipat lipat dari harga pupuk subsidi.

Selaku warga masyarakat Pakisjaya, ia berharap sepenuhnya kepada Pemerintah, serta Dinas terkait yang ada di kabupaten Karawang agar segera menindaklanjuti keluhan para petani di Kecamatan Pakisjaya maupun Batujaya khususnya.

"Silahkan kroscek langsung ke lapangan dan tinjau langsung penderitaan serta "jeritan" kami para petani di kecamatan Pakisjaya -Batujaya sampai saat ini. dalam hal memerlukan kebutuhan Pupuk NPK - UREA. yang sudah harganya selangit, di tambah  sangat sulit mendapatkan nya." Pungkasnya. (win's)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News