Maaf Mr Trump Anda Kalah! China Menang Perang Dagang Di WTO

Hal mengejutkan diumumkan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Organisasi ini menemukan bahwa AS melanggar aturan perdagangan global dengan memberlakukan tarif miliaran dolar dalam perang dagang dengan China.

Dalam panel yang beranggotakan tiga orang WTO mengatakan bea cukai AS melanggar aturan perdagangan. Karena hanya berlaku untuk China dan di atas tarif maksimum yang disepakati.

Kementriannya juga dinilai tidak cukup menjelaskan mengapa tindakannya perlu. Presiden Trump sebelumnya mengatakan tarif lebih dari US$ 200 miliar ke barang-barang China dibenarkan karena Tirai Bambu berupaya mencuri kekayaan intelektual AS dan memaksa perusahaan negeri itu melakukan transfer teknologi ke Tiongkok.

"Panel sangat menyadari konteks yang lebih luas di mana sistem WTO saat ini beroperasi. Di mana saat ini terjadi sersngkaian ketegangan perdagangan global yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata lembaga itu dalam kesimpulannya. Panel merekomendasikan AS mengambil tindakan yang memang sesuai kewajibannya. AS dan China juga diminta bekerja sama menyelesaikan sengketa secara menyeluruh.

Hal ini membuat geram negeri Paman Sam tersebut. Melalui Perwakilan Dagang Robert Lighthizer, AS memberi tanggapan.

"Laporan panel ini menegaskan apa yang telah dikatakan pemerintahan Trump selama empat tahun. (Bahwa) WTO sama sekali tidak memadai untuk menghentikan praktik teknologi berbahaya China," katanya sebagaimana ditulis Reuters.

AS kemungkinan akan mengajukan banding.

Sementara itu, China mendukung WTO. Delegasi China mengatakan menghormati putusan WTO dan berharap Washington bisa mendukung sistem perdagangan multilateral dan menghormati aturan.

AS dan China terjebak Perang Dagang sejak 2018. Trump mengancam hampir semua impor China, lebih dari US$ 500 miliar, sebelum keduanya menandatangani kesepakatan Fase 1 Januari 2020 lalu.

Tarif tambahan masih berlaku untuk barang-barang China senilai sekitar US$ 370 miliar, dan bea cukai untuk import senilai US$ 62,16 miliar telah dikumpulkan sejak Juli 2018, data yang di tunjukan Bea Cukai AS.

 

Sumber: cnbcindonesia.com

Tags:

Berita Terkait

Related News