Warganya Meninggal Karena Covid-19, Camat Jayakerta Minta Masyarakat Waspada

PORTALJABAR,- Seorang warga Desa Kampungsawah Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang yang diduga meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Jenazah langsung di kebumikan di tempat pemakaman umum keluarga desa Kampungsawah, Rabu (16/9).

Adanya warga Jayakerta yang diduga meninggal diakibat terpapar Covid-19, dibenarkan Camat Jayakerta, Budiman Ahmad. Pihaknya, terjun langsung menyaksikan pemakaman jenazah atas nama S (41) warga Desa Kampungsawah bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 karawang.

Budiman menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Bahwa dengan adanya pemakaman jenazah terkonfirmasi COVID-19 ini membuktikan bahwa di wilayah kecamatan Jayakerta pandemi ini masih nyata adanya.

"Oleh karenanya, masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan diri dengan senantiasa menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, membiasakan diri sebelum dan sesudah beraktifitas apapun melakukan cuci tangan menggunakan sabun dan hindari kerumunan yg berpotensi penyebaran Covid-19 serta terus pelihara hidup bersih dan sehat," tegasnya.

Lanjutnya, hal demikian perlu terus ditingkatkan jangan justru kendor, sehingga mengabaikan protokol kesehatan. Pakai masker dimanapun dan kapanpun.

"Dan ini tentunya menjadi sinyalemen tersendiri bagi kita semua untuk mempertimbangkan dengan matang di mana terdapat kalangan yang menghendaki dibukanya kembali proses belajar tatap muka Siswa SD ditengah semakin meningkatnya angka terkonfirmasi Covid-19 di tingkat Kabupaten," ungkap Camat.

Sementara, Kepala UPT Puskesmas Medangasem, Dr. Tuti Susilawati mengatakan, pada tanggal 8 september 2020 PKM Medangasem mendapat informasi bahwa pasien tekonfirmasi covid-19 dari pihak RSUD.

Tim Puskesmas Medangasem langsung melakukan tracking kepada 4 keluarga kontak erat dan melakukan desinfeksi di rumah pasien tuan (S) beserta keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

"Kami melakukan edukasi dan pemantauan selama masa isolasi mandiri yakni 14 hari kedepan kepada keluaraga kontak erat tuan (S). Apabila, selama masa isolasi mandiri mempunyai gejala sakit demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, maka tindak lanjut akan dilakukan tes swab," ungkap dr.Tuti Susilawati. (win's).

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News