Penyelundupan Pil Koplo Ke Lapas Kendal Berhasil Digagalkan

Upaya penyelundupan yang berhasil digagalkan ini dilakukan oleh petugas Lapas Kelas IIA Kendal yang curiga dengan tingkah laku salah seorang wanita paruh baya yang memaksa masuk untuk berkunjung.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Samsul Hidayat mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekiranya pukul 16.00 WIB pada Rabu sore.

Seorang wanita berinisial SI (55) asal dusun Krajan barat kecamatan Rowosari datang ke lapas dengan membawa sejumlah makanan untuk napi di dalam lapas.

"Dia mengaku punya saudara napi didalam sini dan ingin ketemu. Waktu sudah sore dan jam menitipkan barang atau makanan sudah selesai, jadi kita larang. Tapi si ibu itu ngotot pengen masuk dan dari situ petugas mulai curiga," katanya saat ditemui di ruangannya, Kamis (17/9).

Samsul menjelaskan, petugas kemudian mempersilakan masuk dan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan. Dari beberapa barang yang dibawa wanita tersebut seperti nasi, tengkleng, mie instan dan botol shampo berukuran besar.

"Si ibu ini bawa barang berupa makanan, mie instan dan botol shampo. Barang-barang ini kami geledah satu per satu," jelasnya.

Saat petugas mulai membuka botol shampo, berhasil ditemukan enam Paket pil koplo di dalam botol sampo yang dibungkus rapi dengan plastik.

"Kita pertemukan keduanya antara si ibu dan saudaranya yang napi. Si ibu mengaku bahwa ia dititipi shampo dari seseorang yang tidak dikenalnya. Katanya untuk Karno, sedangkan si Karno yang seorang residivis sudah mengakui bahwa barang tersebut merupakan pesanannya," tambahnya.

Menurut Samsul, upaya penyelundupan obat terlarang ke dalam lapas baru terjadi selama 2020.
Guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, barang bukti beserta terduga pelaku diserahkan kepada Satres Narkoba Polres Kendal untuk ditindak lanjuti.

"Setelah kami periksa, penyidikan dan penuntasan kasus kita serahkan ke Polres. Si ibu maupun napinya sudah dimintai keterangan saat kejadian. Padahal napi ini  baru selesai menjalani hukuman dan mendapat pembebasan bersyarat Februari lalu dan kembali masuk penjara. Surat bebas bersyaratnya akan kami cabut dan masa hukuman kasus baru bisa jadi ditambah dengan sisa hukuman yang ada," ujarnya.

Kasatres Narkoba Polres Kendal, AKP Agus Riyanto menjelaskan, berdasarkan keterangan terduga pelaku tersebut, dia hanya dititipi barang berupa shampo botolan untuk napi yang ada di dalam lapas dan tidak mengetahui isi dari botol shampo.

"Dia ini kan cuma dititipi barang,. Kita sudah periksa si ibu dan statusnya masih sebagai saksi. Kita akan selidiki dan kembangkan kasus ini," katanya.


sumber . rmoljateng.com

Tags:

Berita Terkait

Related News