Paguyuban Warga Tasikmalaya Bersatu Tolak Deklarasi KAMI

PORTALJABAR,- Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Kota Tasikmalaya menuai protes keras dari ratusan massa yang tergabung dalam Paguyuban Warga Tasikmalaya Bersatu yang melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Taman Makam Pahlawan Karoeng Jalan Sutisna Senjaya Empangsari, Kec. Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat, tak jauh dari lokasi deklarasi KAMI.

Aksi unjukrasa ini dilatarbelakangi kekhawatiran warga lantaran deklarasi KAMI ini dilakukan di masa pandemi covid-19.

Koordinator aksi, Sugiyanto mengatakan saat ini penyebaran covid-19 khususnya di Tasikmalaya semakin masif.

"Kami menolak deklarasi KAMI di Tasikmalaya yang dilakukan di tengah pandemi covid-19. Dengan adanya kerumunan massa di saat deklarasi berpotensi menjadi klaster baru penyebaran covid-19," kata Sugiyanto.

Sugiyanto menilai deklarasi KAMI di Tasikmalaya berpotensi memecah belah keutuhan warga Tasikmalaya.  Menurutnya, gerakan KAMI yang menggelar deklarasi di sejumlah daerah bukan lagi gerakan moral tapi politik.

"Kami menilai KAMI adalah gerakan politik yang terindikasi makar, karena terus mendiskreditkan Pemerintahan yang sah dan terus memprovokasi rakyat untuk melawan Pemerintah," kata Sugiyanto.

Indikasi tersebut, kata dia, juga terlihat dari tuntutan petinggi KAMI yang menginginkan Sidang Istimewa MPR yang condong kearah penurunan pemimpin negara dalam hal ini presiden.

Ia menambahkan secara prosedur hukum melalui amandemen Undang-Undang 45 dengan sistem presidensil tidak bisa serta merta menurunkan Presiden.

"Artinya secara konstitusi mekanisme pelengseran presiden itu sudah diatur. Salah satunya, Presiden dapat dilengserkan bila ada pengkhianatan pada negara atau tindak pidana korupsi. Jadi KAMI ini jangan mengatasnamakan kepentingan rakyat, karena sudah jelas gerakan ini adalah gerakan politik," cetusnya.

Pihaknya juga meminta kepada Pemerintah dan aparat keamananan untuk menindak tegas siapapun, dari kelompok manapun termasuk KAMI apabila membuat kegaduhan dan provokasi yang mengancam stabilitas ekonomi dan politik serta keutuhan Bangsa ditengah ancaman Pandemi Covid 19.

"Kami meminta kepada pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia untuk terus fokus bahu membahu, bergotong royong melawan pandemi covid-19 dan fokus dalam menjaga perekonomian dari ancaman resesi. Nyawa lebih utama daripada kepentingan politik," tandasnya.

Tak hanya menyampaikan aspirasi, peserta aksi juga tetap memerhatikan protokol kesehatan. Massa tetap menggunakan masker dan menjaga jarak serta tidak berkerumun.

Aksi damai ini berjalan lancar dengan pengawalan pihak kepolisian. (nie/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News