Legislator PDI Perjuangan Ajak Pembudidaya Ikan Kembangkan Maggot Sebagai Pakan Alternatif

PORTALJABAR,- Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, menghadiri sekaligus membuka kegiatan pelatihan budidaya maggot sebagai pakan alternatif, yang diselenggarakan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Tegal (BP3 Tegal) Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Graha Sarinah, Jalan Samsu, Indramayu, Senin (21/9).

Kegiatan pelatihan budidaya maggot tersebut akan berlangsung selama 2 hari, yang dihadiri ketua dan anggota Pokdakan (kelompok pembudidaya ikan) di Indramayu, para penyuluh dari Dinas perikanan dan kelautan Indramayu, serta masyarakat setempat.

Selain dihadiri para peserta di lokasi pelatihan di Kabupaten Indramayu, acara tersebut juga digelar secara online melalui zoom meeting yang disaksikan pihak BP3 Tegal serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam pembukaan acara tersebut, Ono Surono mengucapkan terima kasih kepada KKP atas diselenggarakannya acara ini.

"Saya memberikan apresiasi kepada menteri kelautan dan perikanan serta jajarannya, ini bermanfaat untuk pembudidaya ikan, karena Indramayu sebagai daerah yang paling banyak produksi ikannya, baik ikan laut ataupun ikan tawar," ungkapnya.

Dikatakannya, cost produksi bagi pembudidaya ikan ini mencapai 80% dari pakan, sehingga untung ruginya dalam budidaya ikan tersebut tergantung pakan.

"Dengan pelatihan ini yang akan menghasilkan pakan alternatif semoga bermanfaat, kalau kemarin dengan pur pabrikan yang harganya juga tidak stabil, sekarang bisa dengan maggot," jelasnya.

Ono menjelaskan, selama ini bantuan dari KKP ada benih ikan atau udang serta pakan saja, atau bantuan mesin pakan mandiri, namun bahan bakunya sulit, sehingga tidak berjalan.

"Melalui pelatihan ini, pengembangan maggot sebagai pakan alternatif yang dari sisi bahan baku sangat mudah didapat, kerjasama dinas perikanan dan kelautan dengan pasar, khususnya pengelolaan sampah organik sebagai bahan pangan maggot, ini bisa dimanfaatkan," kata Ono, yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat ini.

Selain itu, Ono juga mengajak para pembudidaya ikan untuk dapat mengembangkan maggot sebagai pakan alternatif ini, sehingga tidak bergantung pada pakan pabrikan saja yang biayanya mahal.

"Selama ini bantuan banyak dari pusat, untuk pembudidaya ikan belum tersentuh oleh Bupati Indramayu, kedepan dinas perikanan dan kelautan Indramayu ini juga harus menjadi prioritas dan dianggarkan maksimal," tandasnya.

Ono menegaskan, agar bersama-sama mendukung program KKP ini, yang bantuannya dapat dirasakan oleh para pembudidaya ikan dan masyarakat Indramayu pada umumnya. (*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News