Pendidikan Vokasi Ujung Tombak Masuk Dunia Kerja

PORTALJABAR,- Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional, ternyata Sistem Pendidikan Indonesia diklasifikasikan menjadi 3, yakni Pendidikan Akademik, Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Profesi.

"Sesuai dengan perkembangan zaman, pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada peningkatan kemampuan atau peguasaan keahlian tertentu memiliki peluang besar memasuki dunia kerja," kata Rektor Telkom University (Tel-U) Prof Adiwijaya, saat membuka Webinar Nasional Vokasi Menembus Batas Langit Industri yang digelar Prodi D3 Digital Marketing Telkom University, Selasa (22/9).

Menurut Adiwijaya, Tel-U sudah jauh-jauh hari mengimplementasikan kurikulum baru yang memberikan mahasiswa kemerdekaan belajar. Untuk sarjana terapan, pihaknya menerapkan 3+1 dan untuk diploma 2+1.

"Untuk sarjana, 3 tahun belajar kemudian 1 tahun berikutnya sudah harus mampu mengimplementasikan ilmunya di dunia industri. Sedangkan untuk diploma, 2 tahun belajar, 1 tahun berikutnya harus sudah terjun ke dunia kerja," ungkapnya.

Pendidikan vokasi, kata Adiwijaya, mempersiapkan mahasiswanya dengan pengetahuan dan kemampuan yang relevan dengan industri saat ini. Harapannya, kata dia, lulusan vokasi Tel-U akan lebih mudah mendapat pekerjaan dan menyesuaikan diri di dunia kerja.

"Mahasiswa vokasi Tel-U dikawal dengan baik oleh dunia industri. Jadi bukan sebatas implementasi proses magang di industri tetapi juga melakukan riset pengembangan inovasi. Bagaimana problem di dunia industri kemudian dicarikan solusinya melalui program magan itu," papar dia.

Dengan program magang ini, kata Adiwijaya, lulusan sarjana terapan atau vokasi Tel-U tidak akan menjadi penganguguran. Apalagi, ujarnya, peluang untuk masuk ke dunia profesional atau dunia kerja semakin kecil.

Sehingga, calon tenaga kerja harus adaptif memiliki mental entrepreneurship dan mampu mengembangkannya.

"Tel-u juga mengembangkan digital talent inkubator, branding digital marketing. Ini amanah yg harus ditunaikan bukan hanya label, tap mahasiswa dan dosen harus paham apalagi disupport kemeninfo dan pengembangan sangat dibutuhkan, Saat ini dgital platform merupakan keniscayaan dimana kita hidup saat ini. Kesepahaman adanya kolaborasi ada kebutuhan semacam petunjuk atau clue bagaimana memasuki dunia kerja," pungkasnya.

Sementera Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah yang menjadi keynote speaker menegaskan bahwa dunia vokasi sangat penting karena merupakan gambaran di dunia kerja.

Saat ini, kata dia, tantangan di dunia kerja sangat besar, dimana pada tahun 2018-2019 jumlah pengangguran dengan latar belakang pendidikan tinggi cukup tinggi.

"Pendidikan vokasi bukan anak tiri namun merupakan ujung tombak untuk memasuki dunia kerja," kata Kemenaker dalam paparan yang dibacakan oleh Sekretaris Ditjen Bina Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker, Surya Lukita Warman.

Ia menambahkan, pandemi covid-19 membentuk tatanan kehidupan baru. Bukan hanya Work From Home (WFH) namun, imbuh dia, pola konsumsi masyarakat berubah sehingga juga merubah tatanan di dunia kerja yang kini sangat bergantung pada teknologi.

"Profil pekerjaan yang dibutuhkan berubah, pekerja dituntut menguasai teknologi. Bahkan beberapa pekerjaan monoton diprediksi akan hilang namun beberapa pekerjaanseperti programmer, analis data dan perancang kecerdasan buatan akan sangat dibutuhkan," tuturnya.

Tantangan ini, kata dia, membuat pencari kerja yang umumnya generasi muda harus bergerak cepat meningkatkan kompetensi.

"Apalagi sebagaimana pesan Presiden, pembangunan sumber daya manusia adalah kunci. Pilar adalah masifikasi pendidikan dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di dunia kerja baik di dalam atau luar negeri," tegasnya.

Menaker juga berpesan kepada mahasiswa Telkom University agar terus belajar dengan baik dan jadi pribadi yang kompeten. Selain itu, mahasiswa Tel-U juga harus tetap rendah hati dan tak cepat berpuas diri dan mengembangkan softkills dan budi pekerti yang baik.

"Jangan hanya menargetkan diri menjadi pekerja, jadilah entrepreneur yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak," tandasnya.

Dalam webinar ini, hadir juga narasumber dari dunia industri seperti Wakil Ketua BNSP Miftahul Aziz, Managing Director PT Batik Danar Hadi Diana Santoso serta Presiden Direktur PT Duta Intidaya Tbk Watsons Indonesia Lilis Muliawati. (nie/*)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News