Dukung Paslon Di Pilkada, Partai Gelora Terapkan Politik Tanpa Mahar

PORTALJABAR,- Partai Gelora Indonesia Jawa Barat resmi mendukung tujuh Pasangan Bakal Calon Kepala Daerah, pada kontestasi Pilkada Serentak Jawa Barat 2020.

Sebagai partai politik baru, Gelora Indonesia ingin memberikan kontribusi dan kiprahnya dalam perhelatan pesta demokrasi.

"Kami melihat  Pilkada Jawa Barat 2020 sangat strategis. Sebagai partai baru, Partai Gelora  tidak akan melewatkan momentum tanpa kiprah,"ucap Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Jawa Barat Haris Yuliana  kepada wartawan di Bandung, Selasa,(22/9).

Dikatakan Haris, pihaknya sudah bergerak melakukan komunikasi dan konsolidasi politik dengan para kandidat Pilkada Jawa Barat 2020.

"Posisi kita sebagai pendukung. Ini juga sebagai ujian konsolidasi bagi partai,"terangnya.

Dari hasil komunikasi dan konsolidasi politik di daerah, Partai Gelora Indonesia resmi mendukung pasangan kandidat di tujuh wilayah Pilkada Jawa Barat, yakni Kabupaten Sukabumi Adjo Sardjono dan Iman Adinugraha, Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata-Ujang Endin Idrawan, Kabupaten Tasikmalaya Azies Rosmaya Mahpud-Haris Sanjaya dan Kabupaten Indramayu Daniel Mutaqin Syafiuddin-Taufik Hidayat.

Kemudian, Kabupaten Karawang Ahmad Zamakhsyari-Yusni Rinzani,  Kabupaten Bandung Kurnia Agustina dan Usman Sayogi JB serta Kabupaten Cianjur Oting Zaenal Mutaqin-Wawan Setiawan.

"Untuk Depok, masih dalam pembahasan,"jelasnya.

Ia menekankan, Partai Gelora Indonesia dalam dukungannya menawarkan politik tanpa mahar.

"Kita menyatakan kontrak politik tanpa mahar. Target memberikan pengaruh positif kepada calon yang kita dukung,"ucap Haris.

Ditambahkannya, Partai Gelora Indonesia sudah siap mendorong pemenangan para kandidat yang didukung. Selain itu jelas Haris, hadirnya Partai Gelora dalam koalisi, dapat memperkuat serta memaksimalkan pemenangan paslon.

Ketika disinggung mengenai kontrak politik dengan pasangan kandidat yang didukung, Haris menjelaskan, ada dua poin terpenting yang diajukan, yakni politik tanpa mahar dan pelibatan Partai Gelora.

"Kita menyatakan kontrak politik tanpa mahar. Kita ingin mendorong Partai Gelora masuk dalam koalisi bagi pemenangan. Kemudian melibatkan partai dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan bila kandidat yang didukung menang. Itu dua poin yang dititipkan kepada para kandidat,"tandasnya. (*)

Tags:

Berita Terkait

Related News