Seabad Gedung De Majestic, Jaswita Jabar Gagas 100 Hari Menuju Braga Sunyi

PORTALJABAR,- PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda), menggagas acara 100 Hari Menuju Braga Sunyi, sebagai rangkaian event menuju seabad gedung De Majestic, Rabu (23/9)

Gedung De Majesticsendiri berdiri atas dasar sebuah gagasan ditahun 1920 sebagai simbol dari kemajuan peradaban pada masa kolonial Belanda.

Namun perintah pembangunan Gedung yang semula bernama Concordia Bioscoop kepada Technisch Buraeu Soenda ini baru terealisasi pada tahun 1922.

Selang tiga tahun pembangunan,Gedung yang dirancang oleh arsitek Wolfff Schoemaker dengan gaya art deco ini akhirnya diresmikan pada tahun 1925.

Gedung De Majestic  juga turut menjadi bagian dari sejarah perfileman dunia karena menjadibioskop pertama yang memutar film Loetoeng Kasaroeng pada tanggal 31 Desember 1926.

“Loetoeng Kasaroeng” menjadi fenomenal karena film bisu karya De Locomotif ini suaranya diproduksi secara langsung pada saat pemutaran film.

Momentum menuju seabad Gedung De Majestic dan pemutaran film Loeteong Kasaroeng inilah yang menginspirasi Divisi Pariwisata PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) untuk menggelar sebuah event bertajuk “Braga Sunyi”, sebuah kegiatan budaya yang didasarkan pada kondisi pandemi yang kini tengah dihadapi.

Sunyi memiliki makna bunyi yang tersembunyi. Konsep event “Braga Sunyi”nantinya akan digelar dalam bentuk penyebaran konten secara visual kebeberapa titik-titik melalui bigscreen/layar lebar, namun suaranya akan disalurkan melalui kanal Radio.

Menurut Direktur Utama PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) Deni Nurdyana Hadimin, 100 hari menuju akhir tahun yang digagas hari ini akan ditindaklanjuti dalam Focus Group Discussion (FGD) dan business meeting dengan beberapa para pelaku event di kota Bandung, pengelola radio, beberapa pemilik merek dan pelaku usaha, serta kalangan media.

“Pada 100 hari yang dimulai hari ini, kami mengajak kepada para pelaku event, pengelola radio, para pemilik merek dan usaha dan media, untuk berkolaborasi, sekaligus berinovasi menggelar event menuju satu abad De Majestic, di era AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru), dengan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,”ungkapnya.

PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) sebagai BUMD Provinsi Jawa Barat yang bergerak di bisnis jasa dan pariwisata, menurut Deni tetap dituntut untuk berinovasi membangun industri pariwisata Jabar, namun dengan inovasi dan strategi baru mengingat munculnya pandemi Covid 19.   

“Salah satu upaya kami, adalah dengan mengemas acara yang meminimalkan pertemuan secara fisik, namun konten yang kami hadirkan tetap dapat dinikmati oleh seluruh warga Jawa Barat, salah satunya melalui event Braga Sunyi ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Jaswita Jabar juga menawarkan kepada para undangan alternatif event untuk merayakan detik-detik pergantian tahun di era AKB karena normalisasi baru membutuhkan cara baru dalam pengelolaan sebuah event.

Senada dengan Deni, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik, sangat menghargai upaya Jaswita dalam menggagas event Braga Sunyi.

“gagasan menuju 100 hari Braga Sunyi ini menjadi salah satu upaya Jaswita Jabar yang patut didukung, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, mengharapkan agar penyelenggaraan event budaya dan pariwisata tetap mendapatkan perhatian serius, meski dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” tegasnya.

Ditambahkan Dedi, selama 100 Hari kedepan diharapkan dapat menjadi ajang kolaborasi lintas sektor, khususnya kalangan dunia usaha dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam menginisiasi sebuah model baru pengelolan event di era AKB di Jawa Barat. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News