Penting, Nutrisi Bagi Anak Di Masa Pandemi

PORTALJABAR,- Mengonsumsi makanan sehat di tengah pandemi covid-19 adalah suatu keharusan demi meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah tertular virus dan bakteri.

Tak terkecuali untuk anak-anak yang harus terpenuhi nutrisinya, lantaran virus corona tidak hanya dapat menular pada orang dewasa

"Nutrisi harian anak-anak harus tetap terpenuhi dengan baik sehingga mereka tidak mudah sakit dan memiliki daya imun tubuh yang kuat," kata dr Dian N. Hadihardjono, Hellen Keller International saat memberikan paparan bertema "Apakah yang dikonsumsi anak-anak bisa melindungi mereka di masa pandemi" dalam webinar yang digelar dalam rangka HUT RS Advent Bandung yang ke-70, Minggu (4/10).

Dian mengungkapkan, dalam jangka panjang, anak-anak dengan asupan gizi yang cukup akan terhindar dari ancaman stunting dan gizi buruk serta menjadi sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas di masa mendatang

Ia juga menekankan, agar anak sehat perlu diperhatikan juga periode emas tumbuh kembang anak yakni pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Apa yang terjadi pada periode emas ini, kata dia, termasuk nutrisi yang diterima oleh bayi saat dalam kandungan dan menerima ASI, memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupan saat usia dewasa.

"Selain itu pemilihan makanan untuk anak menjadi penting diperhatikan mengingat zat-zat makanan yang masuk ke tubuh anak yang akan menentukan kekebalan anak terhadap virus dan patogen dari luar," bebernya dalam webinar bertajuk "Kita Mampu Lawan COvid-19: Generasi Baru, Normal Baru dan Metode Baru" ini.

Ironisnya, kata Dian, sejak usia dini anak-anak sudah dibiasakan mengonsumsi cemilan atau jajanan yang mengandung gula dan garam tinggi.

"Berikan makanan bervariasi untuk anak-anak termasuk buah-buahan dan batasi makanan dan minuman berpemanis atau garam tinggi," ujarnya.

Sementara narasumber kedua, Direktur RS Advent Bandung DR R.D. Sarumpaet Direktur RS Advent Bandung mengingatkan masyarakat agar tak abai dan tetap memerhatikan protokol kesehatan dalam berkegiatan.

Karena menurutnya kedisiplinan masyarakat merupakan faktor penting untuk mengantisipasi munculnya klaster baru covid-19.

"Tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan 3 M yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak agar tak menimbukan klaster baru covid-19," tandasnya.

Narasumber ketiga yakni Ketua Tim Uji Klinik Vaksin Covid-19 Indonesia Prof Kusnandi Rusmil mengungkapkan bahwa saat ini bahwa uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19 Bio Farma-Sinovac sudah berjalan satu bulan lebih.

Sedikitnya, 1.620 sukarelawan terlibat dalam uji coba tersebut.

Menurutnya, berdasarkan data per tanggal 29 September 2020, sebanyak 1.089 sukarelawan sudah menerima suntikan pertama dan 650 sukarelawan sudah mendapat suntikan kedua.

"Sampai saat ini masih berjalan lancar dan sejauh ini tidak ditemukan laporan efek samping yang signifikan," ujar dia dalam paparannya yang bertema "Vaksinasi: Harapan Untuk Mengatasi Pandemi Covid-19 di Dunia".

Ia menambahkan, uji klinis vaksin ini akan dijadwalkan berjalan selama tujuh bulan dan seluruh sukarelawan akan dipantau selama 6 bulan ke depan pasca penyuntikan kedua.

"Ditargetkan uji klinis akan selesai pada bulan Mei 2021 mendatang," tandasnya. (nie/*)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News