Kemensos Bantu Balita Penderita Disabilitas Ganda Di Bekasi

PORTALJABAR,- Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial memperoleh laporan pengaduan masyarakat mengenai anak dengan kondisi disabilitas ganda di wilayah Kabupaten Bekasi.

Adalah Z seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan nutrisi dan gizi, serta perawatan alat bantu pendengaran dan penglihatan. Sang Ayah semula merupakan pekerja pabrik, saat ini harus dirumahkan sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia.

Berbekal laporan tersebut, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat memberikan arahan agar kasus ini segera ditangani oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak dan Balai Anak "Handayani".

"Tolong lakukan penelusuran keluarga, pastikan apa kebutuhan anak. Lakukan asesmen dan segera bantu demi kepentingan terbaik anak," kata Harry, Senin (5/10).

Selanjutnya, Pekerja Sosial Balai Anak Handayani mengunjungi kediaman anak untuk melakukan asesmen. Didampingi oleh Ketua RT, Faturohman bertemu dengan Z, ayahnya R, dan ibunya N.

Berdasarkan hasil asesmen, diketahui bahwa Z lahir secara normal dengan berat badan 2,5 gram dan panjang badan 50 cm. Z dilahirkan saat usia kandungan masih 8 bulan.

Sehingga Z mendapatkan beberapa perawatan sesudah dilahirkan dan kemudian Z didiagnosa Dokter memiliki penyakit rubella congenital yang menghambat tumbuh kembangnya.

Saat ini, dengan usianya yang menginjak 5 tahun, Z hanya memiliki berat badan 14 kg. Z juga memiliki kekurangan dalam penglihatan serta pendengarannya.

Ditambah Z memiliki permasalahan pula pada pencernaannya dimana Z hanya dapat mencerna makanan yang lembut.

Saat berusia 2,5 tahun Yayasan Budha Suci melakukan penggalangan dana melalui kitabisa.com sehingga Z memperoleh alat bantu pendengaran dengan proses implan koklea untuk membantu pendengarannya.

Sementara untuk penglihatan, Z dibantu melalui Donasi Optik Tunggal dan telah dilakukan operasi katarak serta diberikan bantuan kaca mata. Seluruh bantuan yang telah diberikan, sayangnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Z.

Terdapat beberapa perawatan dan terapi rutin yang wajib dilakukan oleh Z namun terkendala oleh kondisi ekonomi. Untuk pemanfaatan alat bantu pendengaran, Z secara rutin harus melakukan terapi auditori visual yang memerlukan biaya baik untuk pelaksanaan terapinya serta transportasi.

Selain itu, alat bantu pendengaran yang digunakan oleh Z setiap tahunnya harus diasuransikan sebesar 4,5 juta rupiah.

Sementara untuk kacamata yang digunakan Z, harus mendapatkan perawatan dan pembaharuan mengingat kondisi mata dan tubuh Z yang terus berkembang.

Sang Ayah yang saat ini sudah tidak bekerja merasa khawatir akan keberlangsungan kehidupan anaknya yang membutuhkan perawatan khusus.

Merespon permasalahan Z, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial RI, Grace Batubara didampingi oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Kanya Eka Santi, mendatangi rumah anak untuk melihat, memantau kondisi perkembangan Z, serta memberikan bantuan bagi Z.

Selain itu, hadir juga perwakilan dari Dinas Sosial Kab. Bekasi, pihak Kecamatan, Bidan, hingga pihak Kelurahan dan RW/RT setempat. Grace tidak segan bercengkrama dengan Z, bahkan Z sempat terlelap tidur di bahunya.

Bantuan yang diberikan kepada Z oleh Kementerian Sosial melalui Balai Anak Handayani merupakan bantuan pemenuhan gizi dan nutrisi bagi Z seperti susu kedelai, zat besi, prebiotik, beras coklat, dan buah-buahan.

Selain itu, Kementerian Sosial melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, akan melakukan pendampingan terapi auditori verbal untuk melatih pendengaran Z dan akan memberikan mendukung pemeriksaan mata dan penggantian kacamata. (nie/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News