Vaksin Bacillus Calmette Guerin Atau BCG Disebut Bisa Memproteksi Terhadap Virus Covid-19

Lebih dari 37 juta orang dan 1 juta nyawa manusia terenggut akibat pandemi Covid-19. Namun sampai saat ini vaksin yang ampuh untuk membentengi manusia dari Virus ganas tersebut belum ditemukan.

Meski belum ditemukan semua pihak baik pemerintah, swasta, hingga institusi riset serta akademisi bekerja sama untuk mewujudkan vaksin penangkal Covid-19 dan mengembalikan kehidupan normal seperti sediakala.

Berbagai upaya terus diupayakan agar vaksin yang efektif dan aman segera tersedia dan mengakhiri mimpi buruk umat manusia abad ini. Lebih dari 35 kandidat vaksin saat ini sedang berada di fase uji klinis.

Kandidat vaksin-vaksin tersebut dikembangkan untuk menarget SARS-CoV-2, virus ganas penyebab Covid-19 secara spesifik. Namun baru-baru ini Reuters melaporkan bahwa Inggris juga akan melakukan uji vaksin untuk tuberculosis kepada para pekerja medisnya yang berada di garda terdepan medan perang melawan pandemi

Vaksin tersebut bernama BCG atau Bacillus Calmette Guerin. Menurut Profesor John Campbell dari University of Exeter Medical School vaksin tersebut menunjukkan karakteristik proteksi kekebalan tubuh yang umum sehingga berpotensi untuk memberikan perlindungan terhadap Covid-19 juga.

"Kami ingin mengetahui apakah vaksin BCG bisa melindungi orang yang berisiko terjangkit Covid-19. Jika demikian, kita bisa menyelamatkan banyak nyawa dengan memberikan atau menambah vaksin yang sudah tersedia dan hemat biaya ini" ungkap Campbell mengutip Reuters.

Uji vaksin BCG untuk Covid-19 ini dilatar belakangi oleh banyaknya penelitian yang menyebutkan bahwa vaksin ini bisa memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Banyak uji terhadap hewan model menunjukkan hasil yang positif.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Spencer dkk yang dipublikasikan di Journal Infectious Disease 1977 silam, vaksin BCG dilaporkan dapat menurunkan titer/jumlah virus influenza pada tikus yang diinjeksi vaksin.

Kemudian dua penelitian berbeda yang dilakukan oleh Wardhana, dkk (2011) dan Ohrui, dkk (2005) menyebut bahwa vaksinasi BCG kepada orang tua terbukti mampu menurunkan tingkat infeksi risiko terjadinya pneumonia.

Leentjens dalam penelitiannya yang dipublikasikan dalam Journal Infectious Disease lima tahun silam melaporkan bahwa vaksinasi BCG sebelum vaksinasi influenza A pada orang yang sehat terbukti mampu menghasilkan respons antibodi terhadap influenza A (H1N1) yang lebih kuat dibanding kelompok kontrol (placebo).

Beberapa penelitian telah menunjukkan adanya perlindungan BCG terhadap infeksi saluran pernapasan yang baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Efek perlindungan yang sebanding dari BCG pada infeksi saluran pernafasan ditunjukkan pada populasi lansia di Indonesia.

Uji klinis prospektif yang dilakukan di Jepang telah menunjukkan vaksin BCG untuk melindungi dari pneumonia pada populasi lansia yang negatif tuberkulin. Uji coba terkontrol secara acak telah menunjukkan bahwa vaksin BCG memiliki efek imunomodulator untuk melindungi sebagian dari infeksi saluran pernapasan.

Di Afrika Selatan, BCG mengurangi infeksi saluran pernapasan sebesar 73% pada remaja. Dalam uji coba terkontrol plasebo secara acak, vaksinasi BCG menunjukkan penurunan yang signifikan terhadap viremia pada infeksi eksperimental yellow fever virus.

 


Sumber Cnbcindonesia

Tags:

Berita Terkait

Related News