Import Anjlok,Apa Kabar Industri Kita,.?

Impor turun bukannya bagus ya? Tidak semudah itu Boss..

Masalahnya, lebih dari 90% impor Indonesia adalah bahan baku/penolong dan barang modal yang dipakai untuk proses produksi industri dalam negeri. Impor barang konsumsi hanya sedikit, tidak sampai 10%.

Oleh karena itu, impor yang ambles adalah gambaran industri Tanah Air sedang lesu. Ini terlhat dari Purchasing Managers' Index (PMI) sektor manufaktur yang kerap berada di zona kontraksi.

Pada September 2020, skor PMI manufaktur Indonesia adalah 47,2. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 50,8.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Kalau di bawah 50 berarti kontraksi, di atas 50 berarti ekspansi.

Mengapa industri kita begitu lemah-letih-lesu? Apa yang salah?

Masalah ini bukan cuma terjadi di Indonesia. Dunia saat ini sedang dilanda krisis, resesi ekonomi terjadi di mana-mana.

Krisis ini bermula dari masalah kesehatan yaitu penyebaran virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Virus yang awalnya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini telah ditetapkan menjadi pandemi global.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah pasien positif corona di seluruh negara per 13 Oktober 2020 pukul 17:06 CEST (22:06 WIB) mencapai 37.704.153 orang. Bertambah 269.975 orang dibandingkan hari sebelumnya.

Pagebluk virus corona juga melanda Indonesia. Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah pasien positif corona per 13 Oktober 2020 adalah 340.622 orang. Bertambah 3.906 orang dibandingkan hari sebelumnya.

 

 

Sumber CNBCIndonesia

Tags:

Berita Terkait

Related News