Muhammad Farhan: Pasar Baru Harus Dikelola Profesional

PORTALJABAR,- Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Nasdem Muhammad Farhan menutup masa resesnya di Kota Bandung dengan mengunjungi Pasar Baru, Kamis (22/10).

Farhan merasa perlu menyambangi Pasar Baru lantaran menurutnya kondisi Pasar Baru Bandung saat ini cukup parah. Bukan saja akibat dampak wabah pandemi Covid-19, namun juga adanya masalah pengelolaan.

"Bisa dikatakan kondisi Pasar Baru saat ini sedang terpuruk. Perlu pengelolaan yang profesional untuk mencari solusi membangkitkan kembali Pasar Baru," kata Farhan.

Ia mengungkapkan saat ini PD Pasar Bermartabat melakukan lelang  pengelolaan Pasar Baru. Penerima lelang, kata dia, harus merupakan pengelola yang profesional, berpengalaman serta dapat bekerjasama dengan para pedagang.

"Kita berharap agar pemenang lelang adalah kelompok usaha yang sudah sangat profesional, yang sudah berpengalaman, yang bisa bekerjasama dengan para pedagang. Dan juga bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk Kota Bandung. Karena tanpa pusat perdagangan sebesar Pasar Baru ini, Kota Bandung bermasalah,"tegasnya.

Farhan menyebutkan, Pasar Baru ibaratnya hilir bagi para pengrajin,  tekstil. Selain itu juga, Pasar Baru merupakan urat nadi perekonomian Jawa Barat serta Kota Bandung.

"Jadi, kita betul-betul sangat menantikan, sebuah solusi trobosan yang benar-benar bagus dari PD Pasar Bandung Bermartabat untuk mencari mitra yang baik dan juga tentu saja yang bisa memberikan manfaat yang besar untuk Kota Bandung,"imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Yendra dari Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) berharap,  pandemi cepat berakhir dan Pasar Baru mendapat pengelola yang profesional.

Ia tidak mempermasalahkan siapa pengelola baru yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Bandung melalui PD Pasar Baru.

"Bantu kami agar Pasar Baru kembali normal lagi, beri kami pengelola yang benar, siapapun itu, apapun sistemnya,"harapnya.

Sementara kondisi Pasar Baru saat ini cukup mengkhawatirkan. Dari 5200 ruang dagang, sebagian besar tutup karena sepi pengunjung. Belum lagi sarana yang rusak dibiarkan begitu saja oleh pengelola. (nie/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News