Kejari Majalengka Sita Barang Bukti Rp.657.750.000 Dari Kasus Dugaan Korupsi BUMD PD SMU

PORTALJABAR - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri Majalengka melakukan penyitaan uang tunai sebesar Rp. 70 juta dalam perkara tindak pidana korupsi BUMD PD SMU (Sindangkasih Multi Usaha) Kabupaten Majalengka.
 
Penyidik bidang tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Majalengka telah melakukan Penyelamatan Potensi Kerugian Keuangan Negara  tahap penyidikan dengan melakukan penyitaan uang Sebesar Rp. 500.000.000 (lima rarus juta rupiah) sebagai barang bukti dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Usaha pada Perusahaan Daerah (PD) Sindang Kasih Multi Usaha Tahun 2014 - 2019 yang diduga dilakukan oleh tersangka mantan Dirut Junaedi.
 
"Uang tersebut diterima dari saudara MR yang juga merupakan saksi dalam perkara ini dan selanjutnya barang bukti tersebut dititipkan ke rekening Bank Mandiri RPL 147 PDT Kejari Majalengka 134 00 383838 80,"kata Kajari Majalengka Dede Sutisna.
 
Alumni Sekolah Tinggi Hukum Bandung ini mengungkapkan pada hari Kamis tanggal 22 oktober 2020 tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) untuk ke-5 kalinya kembali menyita uang Rp.70 juta.
 
"Sehingga total uang tunai yang disita dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi pada BUMD Kab.Majalengka PD. Sindang Kasih Multi Usaha sebesar Rp.657.750.000-.,"ungkap Dede Sutisna, Kamis (22/10/2020). 
                        
Perkembangan kasusnya, saat ini Penyidikan masih berlangsung dengan memeriksa saksi-saksi serta menunggu Audit Kerugian Negara yang dilakukan oleh Lembaga Audit BPK atau BPKP. 
 
"Uang hasil penyitaan langsung kami setorkan di rekening penitipan Bank Mandiri. Kami masih menunggu itikad baik dari orang-orang yang menerima aliran uang dari PD SMU,"pungkasnya. (Man) 

Tags:

Berita Terkait

Related News