MIM Desak Polisi Bebaskan Mahasiswa

PORTALJABAR,- Mahasiswa Indonesia Menggugat (MIM) mendesak Polrestabes Bandung untuk membebaskan 8 orang pengunjuk rasa yang ditangkap saat melakukan aksi demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja di kawasan Jalan Pasteur Bandung, Jumat (23/10).

Juru bicara MIM, Regin Wiragana Nugraha mengungkapkan 8 orang yang ditangkap masing-masing Rafi Ghariza (Ketua Cabang GmnI Bandung), Gusman Panca (Sekretaris Cabang GmnI Cimahi), Wahyu (GmnI), Iqbal (Ketua Cabang PMII Bandung), Acep (PMII), Fajar (PMII), Hazmi (PMII), dan Faiz (PMII).

"Kami mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Indonesia Menggugat melakukan aksi damai malam hari, Jumat (23/10) di depan Polrestabes Bandung untuk menuntut agar kawan-kawan kami yang ditangkap dibebaskan," kata Regin yang juga Sekretaris Cabang GmnI Bandung ini dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (24/10).

Ia mengungkapkan bila menyuarakan aspirasi dan hak rakyat dianggap tindak pidana maka semua mahasiswa yang tergabung dalam MIM siap menyerahkan diri pada aparat kepolisian.

"Kami siap menyerahkan diri bila menyuarakan aspirasi dianggap tindak pidana," ujarnya.

Regin menuturkan kronologi kejadian ditangkapnya sejumlah mahasiswa ini berawal dari aksi unjuk rasa penolakan Omnimbus Law yang dilakukan MIM di kawasan Jalan Pasteur Bandung, Jumat (23/10) siang.

MIM, kata dia, mengawali aksi unjuk rasa dengan melakukan longmarch dari Jalan Babakan Jeruk menuju persimpangan tol Pasteur.

"Ketika mahasiswa melakukan aksi di persimpangan Pasteur, kegiatan relatif berjalan damai," tutur dia,

Massa aksi, kata Regin, melanjutkan aksinya dengan bergerak ke arah Pintu Exit tol Pasteur untuk memblokade pintu tol. Menurutnya, pada saat itu tidak ada yang menghalangi dan aksi berjalan baik-baik saja.

Namun, setelah 30 menit aksi dan mahasiswa tengah menyampaikan aspirasinya, pihak kepolisian datang menghadang dan membubarkan aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa,

"Sempat terjadi aksi represifitas dari pihak kepolisian yang berujung pada penangkapan 8 aktivis MIM," pungkasnya. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News