Yuk Intip Laporan Kekayaan Paslon Pilkada Kabupaten Bandung

PortalJabar: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung merilis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Kabupaten Bandung 2020. Dari ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati, jika dijumlah maka Yena Masoem dan Atep tercatat menjadi pasangan dengan harta kekayaan paling tinggi.

Berdasarkan dokumen yang diterima Media, Minggu (25/10), calon bupati Yena Iskandar Masoem tercatat memiliki harta kekayaan Rp29.889.951.000.

Yena, berpasangan dengan cawabup Atep. Sosok eks pemain Persib Bandung itu sendiri memiliki kekayaan senilai Rp2.865.000.000. Jumlah harta kekayaan keduanya jika diakumulasi menjadi yang paling tinggi di antara calon lain.

Sementara, cabup lainnya Dadang Supriatna memiliki harta senilai Rp8.924.950.000. Pasangan wabup Dadang yang merupakan aktor Sahrul Gunawan, mengantongi harta senilai Rp22.432.609.458.

Catatan lain adalah harta kekayaan calon bupati Kurnia Agustina yang tercatat senilai Rp10.523.502.092. Kurnia berpasangan dengan Usman Sayogi yang memiliki harta sebesar Rp7.000.509.766.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Bandung Supriatna mengatakan, LHKPN tersebut berdasarkan hasil penelitian dan klarifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Rincian dan jumlah harta kekayaan pasangan calon berasal dari data dan informasi yang diisi kemudian dikirimkan oleh masing-masing pasangan calon," kata Supriatna.

Pelaksanaan LHKPN, lanjut Supriatna, sesuai dengan ketentuan pasal 74 Peraturan KPU nomor 3 tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. KPU kabupaten/kota memfasilitasi pengumuman laporan harta kekayaan pasangan calon paling lambat dua hari sebelum hari pengumuman suara.

Supriatna menambahkan, memang ada pula tahapan bahwa masing-masing pasangan calon harus melaporkan harta kekayaan jelang Pilkada Bandung 9 Desember 2020 mendatang.

"Tahapan laporan harta kekayaan penyelenggara negara ke laman KPK, hasilnya dilaporkan ke KPU oleh masing-masing pasangan calon," ucap dia.

LHKPN itu mencatat pelaporan meliputi harta bergerak dan tidak bergerak. Harta bergerak misalnya, kendaraan. Sementara harta tak bergerak bisa berupa tanah, deposito atau tabungan, bangunan, dan aset lainnya atau perusahaan.

"Pentingnya laporan harta kekayaan itu, selain untuk bahan evaluasi ke depan, juga akan mengetahui, jumlah harta kekayaan dari awal sampai kalau pasangan calon itu terpilih hingga berakhir masa jabatannya itu," terang Supriatna.

Seperti diketahui, ada tiga pasangan calon yang berlomba memperebutkan kursi orang nomor satu di Kabupaten Bandung. Ketiga paslon yakni Kurnia Agustina-Usman Sayogi (nomor urut 1), Yena Iskandar Masoem-tep (nomor urut 2); dan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan (nomor urut 3).

Sekitar 2,3 juta pemilih akan menjadi penentu kemenangan salah satu pasangan calon tersebut pada 9 Desember nanti. Saat ini, ketiga paslon masih gencar berkampanye guna menarik simpati masyarakat.

Tags:

Berita Terkait

Related News