Bedah Pernyataan Gus Nur Soal NU,Polisi Libatkan Ahli Bahasa

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah memeriksa setidaknya tiga ahli dalam mengusut kasus dugaan ujaran kebencian Sugik Nur Rahardja alias Gus Nur terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Termasuk di antaranya ahli bahasa yang dilibatkan untuk mendalami pernyataan Gus Nur yang diduga menghina NU.

"Jadi untuk saksi sudah tiga yang diperiksa, termasuk tersangka. Saksi ahli dua yang diperiksa, saksi bahasa dan hukum pidana," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/10).Awi mengungkapkan pihaknya juga sudah memeriksa Gus Nur sebagai tersangka usai ditangkap.

Awi menekankan bahwa Gus Nur dapat mengajukan praperadilan apabila tidak sependapat dengan tindakan kepolisian selama proses hukum.

Dia mengklaim bahwa selama ini, proses penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat telah dilakukan secara profesional. Termasuk, soal wacana penangguhan penahanan yang diajukan oleh pihak Gus Nur.

"Silakan saja mengajukan, itu hak prerogatif penyidik nanti disetujui atau tidak," ujarnya lagi.

Kasus Gus Nur bermula dari wawancara dirinya dalam acara Youtube Refly Harun pada 18 Oktober 2020. Video berdurasi 29 menit 57 detik itu berjudul 'Setengah Jam dengan Gus Nur, Isinya Kritik Pedas Semua'.

Pernyataan Gus Nur yang dipermasalahkan adalah bahwa "NU saat ini dapat diibaratkan sebagai bus umum yang sopirnya dalam kondisi mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal, dan penumpangnya kurang ajar".

Gur Nur, dalam acara diskusi tersebut, pun mengibaratkan para penumpang bus tersebut menganut pemikiran liberal, sekuler, dan merupakan PKI.

Ucapan itu lantas menuai kecaman dari pihak NU. Itu ditindaklanjuti upaya hukum dengan melaporkan Gus Nur ke kepolisian. Salah satu laporan yang teregister dilayangkan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Azis Hakim ke Bareskrim Polri pada 21 Oktober 2020.

Berselang hari, pada Sabtu (24/10) dini hari, Gus Nur ditangkap oleh aparat kepolisian di wilayah Malang, Jawa Timur. Dia langsung ditetapkan tersangka dan ditahan.

 

 

Sumber Cnnindonesia

Tags:

Berita Terkait

Related News