Dituding Sebar Hoaks, Pospera Laporkan Arya Sinulingga

PORTALJABAR,- Dewan Pimpinan Daerah Posko Perjuangan Rakyat (DPD Pospera)  Jawa Barat melaporkan staf khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara, Arya Sinulingga ke Polda Jawa Barat, Senin (16/11).

Pelaporan ini buntut dari pernyataan Arya terkait banyaknya perusahaan BUMN yang selama lima tahun terakhir merugi saat komisarisnya dijabat oleh orang-orang Pospera.

“Saudara Arya Sinulingga menyebarkan berita bohong dalam grup WhatsApp ‘Membangun Negeri’. Faktanya BUMN yang komisarisnya dipegang oleh orang-orang Pospera mendapatkan laba atau untung,” ujar Ketua DPD Pospera Jabar Achmad Teddy Risandi, usai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Barat.

Pengaduan itu berawal  ketika salah seorang anggota grup WhatsApp tersebut mengirimkan tautan berita salah satu media daring yang berjudul ' Pak Erick, Rugi PT Timah Q3 Naik 45% jadi 255 M'.

Mengingat Arya sebagai staf khusus Menteri BUMN, aktivis 98 tersebut pun langsung mengomentari kiriman tautan berita tersebut dengan mengucapkan kalimat yang menurut pelapor merupakan penyebaran berita bohong dan telah merusak nama baik Pospera.

“Maka itu, kami melaporkan Arya Sinulingga karena telah melakukan pencemaran nama baik terhadap organisasi Pospera,” ucap Teddy.

Laporan ini dilakukan karena Arya tidak merespons tuntutannya untuk segera mencabut ucapan tersebut dan meminta maaf kepada Pospera.

Namun, menurutnya permintaan itu tidak digubris oleh Arya. Oleh karena itu, pihaknya dan seluruh DPD Pospera di Indonesia secara serentak melaporkan Arya terkait pernyataannya.

“Yang bersangkutan sudah melanggar Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” cetusnya.

Di tempat yang sama, pembina DPD Pospera Jawa Barat, Rafael Situmorang menekankan, tuduhan Arya tersebut sangatlah tidak mendasar. Pasalnya, dia yang pernah menjabat sebagai komisaris anak perusahaan BUMN, mengetahui betul kondisi sesungguhnya.

"Tahun 2015 saya menjadi komisaris anak perusahaan (BUMN). Saat itu kondisinya sedang merugi," ungkapnya.

Namun, saat dirinya mengundurkan diri pada 2018, Rafael menyebut kondisi perusahaan yang dimaksud sudah berhasil meraup untung. Sehingga apa yang disampaikan oleh Arya tak berdasar sama sekali.

“Jadi tidak benar kalau disebut membuat kerugian. Justru saya bisa memberi untung,” pungkasnya. (nie/*)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News