Dampak Libur Panjang Penularan Covid-19 Mulai Terdeteksi

PORTALJABAR: Penularan Corona sebagai after efeck libur panjang akhir Oktober lalu ditengarai bakal terdeteksi dalam perhitungan penambahan kasus Covid-19 beberapa hari ini. Satgas Covid-19 sudah mulai merasakan dampak ini pada penambahan kasus per Selasa lalu (17/11).

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, mengungkap penambahan kasus positif pada Selasa lalu menunjukkan dua provinsi yang mengalami lonjakan kasus aktif, yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kasus aktif di Jawa Barat mencapai 10.477 kasus dan Jawa Tengah mencapai 7.895 kasus.

"Mungkin ada dua hal yang turut berpengaruh dalam beberapa hari terakhir. karena Jateng dan Jabar itu destinasi wisata favorit untuk orang libur panjang," ucap dia dalam talk show 'Covid-19 Dalam Angka: Kondisi Situasi Nasional per 17 November 2020', Rabu (18/11).

Dewi akan memastikan lebih jauh penularan Covid-19 dampak libur panjang itu pada perhitungan mendatang, terutama untuk provinsi lainnya. Menurutnya Jawa Barat sendiri memiliki klaster penularan cukup besar sebelumnya, yakni klaster industri. Sehingga, mungkin penambahan kasus aktif di daerah lain juga bakal mengalami lonjakan.

Perhitungan awal ini bisa menjadi antisipasi penanganan di daerah. Apalagi penanganan kasus Covid-19 harus dilakukan secepat mungkin agar tidak terjadi penularan tingkat lanjut.

Penambahan pasien terkonfirmasi positif harian pada Rabu (18/11) tercatat kasus aktif Covid-19 per hari berjumlah 60.870 kasus. DKI Jakarta berada pada urutan tertinggi harian, bertambahkan sebanyak 1.148 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi sebanyak 121.818 kasus.

Jawa Tengah ada pada urutan dua penambahan kasus harian sebanyak 495 kasus dan jumlah kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 45.295 kasus. Urutan ketiga harian adalah Jawa Timur menambahkan sebanyak 480 kasus dan kumulatifnya masih kedua tertinggi sebanyak 57.237 kasus.

Jawa Barat berada di urutan keempat harian dengan menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 365 kasus dan kumulatifnya mencapai 46.062 kasus. Riau hari ini masih masuk dalam lima besar penambahan kasus positif harian dengan tambahan sebanyak 274 kasus dan kumulatifnya mencapai 17.299 kasus.

Sebelumnya Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Moh. Adib Khumaidi, mengungkap libur panjang yang sudah terjadi perlu dikoreksi. Ia menyebutkan banyak sekali pelanggaran protokol kesehatan yang tercatat. Baginya, perlu aturan dan penegakan disiplin tegas dan komprehensif untuk memastikan pencegahan penularan Covid-19

Protokol kesehatan dasar yang harus dilakukan oleh setiap anggota masyarakat adalah #ingatpesanibu untuk #pakaimasker, #cucitangan pakai sabun, dan #jagajarak hindari kerumunan.

Jika hal ini tidak memungkinkan maka pemerintah juga perlu melakukan review untuk meniadakan libur panjang.

"Kalau istirahat kan bisa di rumah saja selama ini work from home (WFH), mereka juga bekerja dari rumah. Apakah harus ada long weekend?," ungkap dia pada dalam talkshow 'Kesiapan Penanganan Pasien di RSDC' Senin lalu (16/11).

 

 

Sumber Cnnindonesia

Tags:

Berita Terkait

Related News