Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi Dorong Pembangunan Pusdiklat Di KPU Daerah

PORTALJABAR, MAJALENGKA - Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan kelembagaan KPU harus diperkuat dengan diantaranya pusat pendidikan dan pelatihan. 
 
"Di periode ini sangat penting KPU mempunyai Pusdiklat bukan hanya untuk internal KPU untuk meningkatkan SDM namun Pusdiklat ini bisa untuk ASN dari lembaga yang lain,"ungkap Pramono saat berkunjung ke Kantor KPU Kabupaten Majalengka, Jumat (21/11/2020).
 
Pramono mengatakan walau di Majalengka tahun ini tidak ada Pilkada namun bukan berarti tidak ada aktivitas,  pengelolaan SDM, kesekretariatan dan lain sebagainya tetap harus berjalan dengan baik. 
 
"Kegiatan -kegiatan terkait pendidikan politik masyarakat dan pendidikan politik pemilih harus menjadi prioritas dari hibah non pilkada tidak hanya untuk sarana dan prasarana,"himbaunya. 
 
Menurut mantan Ketua Bawaslu Banten ini, di tahun-tahun tidak ada pemilu, sosialisasi pendidikan pemilih harus tetap dilaksanakan agar budaya masyarakat dewasa menerima kekalahan di Pemilu. 
 
"Agar hal ini menjadi benteng yang kokoh dari hoax,  pecah belah yang berasal dari literasi politik yang kurang mapan,"tandasnya. 
 
Pramono berpesan kapan pun Pilkada dilaksanakan di Majalengka sejak awal harus dipersiapkan termasuk soal anggaran yang akan diajukan ke Pemerintah Daerah. 
 
"Termasuk honor badan ad hoc dan harus dipersiapkan jauh hari yang apabila tidak bisa dipenuhi dari satu tahun anggaran bisa dianggarkan dua tahun anggaran. Saya mengapresiasi komunikasi Komisioner KPU di Majalengka yang mendapatkan hibah pembangunan gedung KPU dari Pemkab Majalengka,"ujarnya. 
 
Lebih lanjut Pramono mengatakan saat ini kitavmenghadapi pandemi yang sangat serius,  sehingga harus diatur agar tidak setiap hari masuk kantor dan meminimalisir agar Satker KPU tidak masuk klaster baru covid-19.
 
"Mekanisme pengaturan waktu kerja harus benar-benar diatur dan WFH itu harus tetap berjalan karena aktivitas kantor harus jalan,"tukasnya. 
 
"Kita harus menjaga Satker KPU baik yang menjalankan Pilkada atau tidak ada Pilkada supaya tidak jadi klaster baru,"imbuhnya. 
 
Sementara itu,  Ketua KPU Kabupaten Majalengka Agus Syuhada mengatakan indeks kerawanan pemilu paling rendah ke depan bisa jadi tertinggi karena perkembangan metropolitan dengan segitiga Rebana dan Bandara Internasional di Kertajati. 
 
"Grand desain Pilkada Majalengka ke depan akan berbasis budaya dan pariwisata dan budaya lokal karena Majalengka sangat kaya oleh budaya. Dan respon Pemkab sangat bagus,  dan Bupati berkata berapa pun biaya yang dibutuhkan KPU akan support,"ungkap Agus. 
 
Agus mengungkapkan dalam grand desain tersebut ada value yang akan diangkat seperti Sampyong yang bernuansa sportifitas dan pihaknya ingin orang yang datang ke TPS dengan gembira karena akan melihat budaya lokal yang diangkat. 
 
Agus mengungkapkan saat ini pihaknya sedang membuat konsep rumah pintar Pemilu,  KPU Majalengka membangun taman demokrasi dan budaya, dan konsep itu akan diajukan ke Pemerintah Daerah. 
 
"Untuk 2021 ada dana hibah dari Pemerintah Daerah non pemilihan dengan jumlah Rp. 1 miliar untuk membangun iklim demokrasi yang sehat,  TPS aksebilitas dan lain-lainnya,"ungkapnya.  (Man)  

Tags:

Berita Terkait

Related News