Kerumunan Di Megamendung, Polda Jabar Bakal Panggil Rizieq Shihab

PORTALJABAR,- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat segera memanggil pemilik Pondok Pesantren Agrikultural Markaz Syariah Megamendung Kabupaten Bogor, terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi pada 13 November 2020.

Diketahui, Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah Megamendung didirikan sejak 2012 oleh MR alias HRS.

Selain pemilik Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah Megamendung, penyidik juga memanggil panitia acara peletakan batu pertama pembangunan pontren tersebut.

Kepolisian kini sudah meningkatkan status kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada acara Rizieq Shihab tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes CH Patoppoi mengatakan, dari hasil klarifikasi terhadap sepuluh orang, termasuk perangkat Pemerintah Kabupaten Bogor beberapa hari lalu, pihak kepolisian menyimpulkan telah terjadi dugaan tindak pidana sesuai dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan atau Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan atau Pasal 216 KUHPidana.

“Perkara tersebut sudah dapat ditingkatkan dari proses penyelidikan ke tingkat penyidikan,” ucap Patoppoi, di Markas Polda Jabar, Kamis (26/11).

Patoppoi mengemukakan, penyidik telah menemukan fakta-fakta adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Mengingat kerumunan orang di Megamendung pada acara RS, terjadi saat Kabupaten Bogor menerapkan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pra-adaptasi kebiasaan baru (AKB), sejak 28 Oktober-25 November 2020.

“Hal itu sesuai dengan keputusan Bupati Bogor Nomor 443/478/KPTS/Per UU/2020 tanggal 7 Oktober 2020. Kemudian pada Jumat 13 November 2020, dari pukul 09.00 sampai 23.00 telah dilaksanakan kegiatan penyambutan kedatangan RS di pondok pesantren. Massa yang datang saat itu sekitar 3.000 orang,” terangnya.

Pottopoi menambahkan, fakta lainnya yakni Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, sudah memasang baliho himbauan untuk menaati protokol kesehatan, bahkan juga sudah dilakukan himbauan secara langsung oleh petugas.

“Bahwa sepanjang jalan dari Gadog sampai Pondok Pesantren Agrikultural telah dipasang himbauan untuk menaati protokol kesehatan oleh Satgas Covid-19,” cetusnya.

Dia menerangkan, acara penyambutan yang dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid dan peresmian studio MS di Megamendung tidak menaati protokol kesehatan karena dihadiri sekitar 3.000 orang, dan berlangsung lebih dari tiga jam.

"Penyelenggara juga tidak membuat surat pernyataan kesanggupan memenuhi protokol kesehatan kepada Satgas Covid-19," tandasnya. (nie/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News