Pembudidaya Ikan Nila Tak Usah Risau Soal Biaya

PORTALJABAR, - Budidaya ikan menjadi bisnis yang semakin berkembang di tengah tuntutan untuk memperoleh penghasilan lebih pada masa pandemi ini.

Tetapi sering kali para pembudidaya mempunyai masalah terkait permodalan. Skala bisnis yang dinilai terlalu kecil seringkali mengakibatkan para pembudidaya ikan kesulitan untuk berkaitan dengan lembaga keuangan.

Sebuah startup marketplace lending, Investree dan startup rintisan agriculture technology (agritech), eFishery juga ikut dalam melaksanakan kerjasama.

Hasil dari kerjasama tersebut akan membagikan pembiayaan senilai Rp 30 miliar untuk para pembudidaya ikan di Indonesia di berbagai skala budidaya.

Untuk Investree, ini merupakan sebuah kerja sama pertama yang akan dilakukan dengan perusahaan startup rintisan agritech bertujuan untuk memperbanyak akses terkait pembiayaan dan juga untuk menjangkau lebih banyak UKM dari berbagai sektor yang trasinional dan identik dengan nuansa Indonesia sebagai predikat negara maritim salah satunya yaitu akuakultur.

Dalam tahap awal untuk sebuah kolaborasi ini, Investree nanti nya akan mendukung program Kasih Bayar Nanti (Kabayan) menjadi unggulan utama dari eFisheryFund.

eFisheryFund adalah sebuah platform digital untuk memfasilitasi pembiayaan yang diberikan oleh eFishery sebagai bentuk kerja sama memalui layanan finansial, didalam hal ini Investree, dan juga dirancang khusus bagi para pembudidaya berbagai skala.

Dalam aplikasi tersebut terdapat fitur Kasih Bayar Nanti berupa sebuah program cicilan yang bisa dimanfaatkan bagi para mitra atau pembudidaya dengan tujuan mendapatkan produk eFishery seperti pakan ikan dan auto-feeder.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, Minggu (25/10/2020) Mengatakan, "Kami sangat antusias menyambut kerjasama ini karena hal tersebut merupakan suatu wujud yang baru bagi kami.

Mengingat perusahaan pinjaman terbesar Investree selama ini merupakan industri kreatif, dengan eFishery sebagai mitra terutama eFisheryFund, kami mempunyai harapan yang besar untuk dapat memberdayakan lebih banyak lagi UKM yang bergerak di bidang perikanan atau akuakultur.

hal Ini juga akan menjadikan salah satu bentuk inovasi dari Investree yang akan kami launching memasuki usia perjalanan ke-5 dengan kampanye payung GrowFa5ter. Kami ingin menumbuhkan UKM dengan lebih cepat dan berkualitas.

eFishery sendiri adalah perusahaan startup aquaculture intelligence pertama di Indonesia. Perusahaan ini mengeluarkan beberapa produk seperti auto-feeder atau pemberi pakan otomatis.

CEO & Co-Founder Dari eFishery, Gibran Huzaifah Mengatakan "Pembudidaya seringkali menghadapi masalah seperti kesulitan dalam mendapatkan akses pembiayaan karena banyak sekali lembaga keuangan enggan memberikan pinjaman untuk pekerja sektor nonformal seperti pembudidaya ikan.

Di sinilah eFisheryFund akan hadir, menghubungkan antara pembudidaya secara langsung tanpa ada perantara yang merugikan dengan institusi keuangan agar mereka bisa berkembang dari sisi finansialnya. Kerja sama kami dengan Investree ini diharapkan mampu memberikandampak yang kami berikan kepada pembudidaya,",

Pinjaman ini akan disalurkan kepada mitra ke mitra eFishery termasuk didalam nya pembudidaya, agen, dan konsumen sebagai business-to-business (B2B).

Terkait dari mekanismenya, pembudidaya dapat mengajukan pinjaman melalui platform digital eFisheryFund lalu Tim eFishery akan menilai dan menentukan apakah mereka layak dan memenuhi syarat serta kriteria untuk memperoleh pembiayaan.

Hasil dari penilaian ini kemudian akan diajukan lagi kepada Investree untuk dilakukan kembali verifikasi sesuai sistem credit-scoring Investree.

Jika nantinya pembudidaya yang telah mendaftar dinyatakan lolos proses verifikasi oleh Investree, Investree akan menyalurkan pembiayaan yang kemudian didistribusikan dalam produk-produk eFishery.

Kerja sama ini sudah menyediakan 2 (dua) jenis skema pembiayaan yaitu syariah dan konvensional , sehingga peminjam bisa leluasa memilih sesuai dengan preferensi mereka.

Disamping hal itu untuk menjaga kualitas pembiayaannya, Investree dan eFishery menerapkan uji kelayakan dan sistem credit-scoring yang ketat dan kuat dengan melihat data yang di hasilkan dari IoT eFishery serta melakukan pengecekan silang terhadap data sesungguhnya yang berada di lapangan.

Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 500 pembudidaya di eFishery yang didukung oleh eFisheryFund.

Tags:

Berita Terkait

Related News