Warga Garut Demo Tolak Kedatangan Rizieq Shihab

PORTALJABAR,- Aksi penolakan kedatangan Rizieq Shihab (RS) di Jawa Barat terus berlangsung.

Di Kabupaten Garut, sekitar 150 orang yang tergabung dalam Masyarakat Garut Cinta NKRI melakukan aksi unjukrasa di Bundaran Simpang Lima Kota Dodol, Senin (30/11).

Pengunjuk rasa membawa spanduk dan baliho yang berisi kecaman dan penolakan terhadap pimpinan FPI ke Garut.

Mereka juga menyampaikan orasi, serta meneriakan Yel yel, Garut Cinta Damai dan menolak provokasi yang mengatasamakan agama tertentu.

"Kami menolak dengan keras kedatangan Rizieq Shihab ke Kabupaten Garut," kata Koordinator Aksi, Kusdiyatno, dalam orasinya.

Selain itu, Aliansi masyarakat Garut Cinta NKRI juga menyatakan dukungan kepada TNI Polri yang telah melakukan tindakan tegas terhadap aksi provokasi RS.

Para pengunjuk rasa juga membawa spanduk yang bertuliskan, "Kami Cinta Terhadap Ulama Tapi Menolak Dakwah Yang Provokatif Serta Memecah Belah Umat"; "Kami Mendukung Pemerintah Daerah Dan TNI/POLRI Dalam Rangka Penegakan Prokes Penanggulangan Covid-19 di Garut,; RS Provokator Pemecah Belah Persatuan dan Kesatuan".

"Sebagai warga Garut yang cinta NKRI, kami secara tegas menolak ceramah yang provokatif. Umat jangan dipecah belah demi kepentingan kelompok tertentu," tegasnya.

Ia juga menyerukan agar masyarakat tidak dikorbankan dengan kegiatan yang dapat menimbulkan cluster baru Covid-19.

Selain itu, kata dia, warha Kabupaten Garut sudah banyak yang terpapar Covid, sehingga jangan sampai menambah korban baru.

"Kami juga cinta dengan ulama dan habaib tapi bukan yang provokator. Ulama harus memberikan kedamaian dalam ceramahnya bukan menyulut permusuhan," cetusnya.

Kusdiyanto mengancam, jika RS nekat datang ke Garut, maka pihaknya akan melakukan aksi penolakan.

Ia menambahkan, karena ulah RS, yang menimbulkan kerumunan di Bandara Soekarno Hatta dan Megamendung membuat banyak orang terjangkit Covid.

Bahkan, tambah dia, RS sendiri terindikasi terpapar covid-19 meskipun hasilnya masih dirahasiakan.

"Itu pertanda bahwa Covid bukan masalah main main. Mari kita ikuti protokol kesehatan bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan penegakan hukum bagi para pelanggar protokol kesehatan," ajaknya.

Menurut Kusdiyanto, rencana safari RS ke Garut menjadi polemik. Karena itu, pihaknya menolak kedatangannya.

Ia juga menambahkan di masa pandemi ini jangan ditambah dengan aksi memecah anak bangsa.

"Mari bangun negara ini dengan ceramah ceramah yang konstruktif dan produktif tidak dengan destruktif. Kami cinta ulama kami, cinta Habaib, kami tidak anti Ormas Islam tapi kami dengan tegas menolak Dakwah Dakwah yang Profokatif. Kami dukung TNI Polri," tandasnya. (nie/*)  

Tags:

Berita Terkait

Related News