Korpri Harus Jadi Alat Pemersatu Bangsa

PORTALJABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menekankan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) harus menjadi organisasi pemersatu bangsa, terlebih saat ini di tengah pandemi Covid-19 dan Pilkada Serentak 2020.

"Sehingga situasi akan tenang tentram dan (Korpri) akan menjadi kekuatan menuju Jabar juara lahir dan batin," kata Wagub,  usai mendengarkan pesan-pesan Presiden Republik Indonesia secara virtual saat Doa Bersama untuk Bangsa dalam rangka Puncak Peringatan HUT ke-49 Korpri Tahun 2020, Minggu (29/11/2020).
 
Menurut Wagub, untuk menjadikan Korpri sebagai wadah persatuan bangsa, ada dua cara yang dapat ditempuh, yaitu dengan usaha berupa angkat kaki ikhtiar secara dhohir yang syariat dan doa yaitu  angkat tangan.

"Karena tadi juga melihat dari berbagai macam agama yang melantunkan yang melontarkan doa. Itu bukannya doa untuk Korpri saja tapi doa untuk semuanya," ucapnya.

Dalam rangkaian HUT, Pengurus Korpri Pusat telah menyelenggarakan Musabaqoh Tilawatil Quran Korpri Tingkat Nasional yang digelar virtual dimana dalam gelaran ini dua orang ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat keluar sebagai Juara, masing-masing Maryamah sebagai Da'iyah Terbaik 2  untuk cabang Dakwah Alquran serta Yeni Rosnaeni sebagai Qori'ah Terbaik 3 cabang Tilawah Alquran.

Persatuan dan kesatuan oleh Korpri yang dimaksud Wagub sejalan dengan pesan – pesan Presiden RI Joko Widodo. Menurut Presiden, Korpri harus diapresiasi karena di tengah pandemi tetap menjalankan tugas pengabdian dari negara.

“Saya tahu dalam menjalankan tugas dari negara pasti ditemui banyak kesulitan, pasti memiliki banyak keterbatasan. Namun, saya berharap kesulitan dan keterbatasan itu tidak menjadi penghalang bagi kita untuk dapat bekerja dengan sigap dan cepat,” ujarnya.  

Menurut Presiden, hal yang harus menjadi fokus bangsa saat ini adalah mengatasi berbagai masalah di bidang kesehatan dan ekonomi. Modalnya hanya satu yakni solid. “Keberadaan ASN sampai ke pelosok perbatasan negara merupakan simpul pemersatu bangsa yang selalu mengamankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” katanya.  

Sementara itu, Ketua Umum Korpri Zudan Arif Fakrulloh menuturkan ada empat  tantangan besar Korpri mendatang. Pertama, Korpri bersama pemerintah harus mampu membina dan mengembangkan fungsi dan profesi ASN karena dunia saat ini memasuki era perubahan yang cepat.

Kedua, pengurus Korpri harus mampu melindungi secara humum ASN yang sedang tertimpa masalah hukum, baik pidata, perdata, maupun korupsi karena semakin dinamis kehidupan bangsa, semakin banyak pula masalah hukum yang menimpa ASN.

Ketiga, pengurus Korpri wajib merekomendasikan kepada majelis kode etik di tiap- tiap tingkatan pemerintahan ketika menegakkan kode etik profesi. Dan Keempat, seluruh pengurus Korpri agar mengimplementasikan berbagai program peningkatan kesejahteraan ASN.

Tags:

Berita Terkait

Related News