Setelah Inggris, Bahrain Resmi Akan Gunakan Vaksin Pfizer

PORTALJABAR - Bahrain secara resmi mengumumkan menjadi negara kedua setelah Inggris yang akan menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech untuk menangani wabah pandemi Covid-19 di negara mereka.

"Persetujuan vaksin Pfizer / BioNTech akan penting lebih lanjut untuk merespons Covid-19 di kerajaan," kata CEO Otoritas Pengaturan Kesehatan Nasional, Mariam al-Jalahma, lewat pernyataan yang disiarkan Kantor Berita resmi Bahrain (BNA) dikutip dari AFP.

Namun, Manama tidak merinci kapan akan memulai peluncuran vaksin oleh raksasa farmasi AS Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech.

Inggris pada hari Rabu telah lebih dulu menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 untuk penggunaan umum, dan akan mulai diluncurkan minggu depan.

Pada November, Bahrain sempat menyetujui penggunaan vaksin Sinopharm milik China, yang hanya digunakan para petugas kesehatan di garis depan. Hingga saat ini, Bahrain mencatat lebih dari 87.000 kasus virus corona baru, dan 341 di antaranya adalah kasus kematian akibat virus corona.

"Otorisasi ini adalah tujuan yang telah kami upayakan sejak kami pertama kali menyatakan bahwa sains akan menang," kata perwakilan Pfizer di Bahrain, Lindsey Dietschi, menurut BNA.

Inggris pada Jumat (27/11) bersikeras bahwa persetujuan pertama untuk vaksin virus korona Pfizer-BioNTech telah memenuhi semua standar keamanan. Upaya itu untuk meredam kegelisahan publik setelah pejabat AS dan Eropa mempertanyakan proses vaksin itu yang terlalu cepat.

Sejumlah perusahaan diketahui telah berlomba untuk menemukan vaksin virus corona, yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 1,5 juta orang dan menginfeksi lebih dari 65 juta sejak muncul di China pada Desember tahun lalu.

 

 

 

 

Sumber Cnnindonesia

Tags:

Berita Terkait

Related News