TNI Yakin Black Box Segera Ditemukan

PORTALJABAR - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono yakin pencarian black box milik pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tak akan memakan waktu lama. Dia yakin karena laut lokasi jatuhnya pesawat tak terlalu dalam.

"Harapannya dengan kondisi laut seperti ini dan kedalamannya hanya sekitar 15-16 meter, mudah-mudahan bisa ditemukan," kata Yudo di Kapal KRI Rigel, Kepulauan Seribu, Senin (11/1).

Yudo juga memprediksi pencarian black box Sriwijaya Air SJ 182 tak akan selama Lion Air JT 610 yang mengalami kecelakaan Oktober 2018 lalu di perairan dekat Karawang, Jawa Barat.

"Karena Lion Air itu sudah di atas 30 (meter)," kata Yudo.

Selain laut yang tak terlalu dalam, Yudo yakin pencarian black box juga bisa cepat dilakukan lantaran titik lokasi sudah ditemukan.

Pencarian yang dilakukan oleh kru penyelam juga semakin dipersempit ke arah titik sonar pemancar sinyal black box.

Pencarian, kata Yudo, dipusatkan di wilayah sekitar KRI Rigel yang berada di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Meski begitu, Yudo tak memungkiri banyak hambatan yang dialami para penyelam saat berusaha menemukan black box di bawah laut. Sekurang-kurangnya perlu waktu beberapa hari hingga kotak hitam ditemukan.

"Pengalaman saya memimpin SAR Lion Air kan butuh waktu juga, karena masih banyak puing-puing di situ. Apalagi ini baru dua hari dan puing-puing yang ditemukan masih sedikit," kata dia.

Yudo juga menjelaskan saat ini pihaknya tengah bersiap dengan puing-puing besar Pesawat Sriwijaya Air yang akan diangkat dari dasar laut.

TNI AL kata Yudo telah mengerahkan kapal dengan crane atau pengangkut alat berat yang ditempatkan di KRI Cirebon dan KRI Mentawai.

Dua kapal ini memang memiliki kemampuan mengangkat beban hingga lima ton dari dasar laut.

"Seperti kemarin ada turbin itu, kami enggak kuat ngangkat. Harapannya dengan ada kapal yang ada crane-nya itu bisa terangkat," kata Yudo.

 

 

Sumber Cnnindonesia

Tags:

Berita Terkait

Related News