Dinas Sosial Karawang, Masyarakat Tidak Disiplin Prokes Saat Terima BST

KARAWANG, - Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) di Kabupaten Karawang Jawa Barat, mengundang warga antri menunggu giliran menerima bantuan uang tunai sebesar tiga ratus ribu rupiah.

Namun mirisnya, banyak warga mengabaikan protokol kesehatan, yakni tidak menjaga jarak atau Phisycal Distansing.

BST tahap 10 ini sudah disalurkan Pemerintah melalui Kantor Pos sejak dua hari lalu. Keluarga penerima bantuan BST tersebut, harus datang ke Kantor Pos untuk mendapatkan bantuan uang tunai sebesar tiga ratus ribu rupiah.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Himbau Revolusi Hijau, Ubah Pertanian Kimia Ke Organik

Penerimaan BST ini, warga tidak mematuhi protokol kesehatan. Dimana warga berkerumun menunggu giliran masuk menerima bantuan tunai itu. Tidak hanya itu, warga diarea penerimaan BST terpantau tidak mengatur jarak duduk antara satu sama yang lainya, dan masih banyak anak- anak atau orang tua yang tidak memakai masker, kondisi ini dinilai rawan terjangkit virus Covid-19.

Dilokasi pembagian pun, tidak ada pengaturan tempat duduk, pengecekan suhu , alat pencuci tangan, hand sanitizer, bahkan petugas medis untuk berjaga pun tidak ada.

Dinsos mengklaim, baik pihaknya, kantor pos maupun Satgas Covid-19 selalu berkoordinasi sebelum bantuan- bantuan ini disalurkan. Dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Kita selalu berkoordinasi dengan Polres, Kodim, Satgas dan kantor pos, itu dilakukan terkait pandemi Covid-19, dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Dani Laga, Selasa (12/1/2021).

Diungkapkan Dani, Akan tetapi dilapangan, faktanya berbeda. Menurutnya, masyarakat itu susah diatur. Meskipun dilokasi penyaluran bantuan ada petugas yang berjaga.

“semua pihak terkait sudah mengikuti protokol kesehatan. Dan menerapkannya pada saat pengambilan bantuan sosial tersebut.Tetapi, masyarakatnya sendiri yang begitu susah untuk diatur,” ungkapnya.

Disoal terkait jadwal pembagian BST yang dilakukan seolah tidak meminimalisir kerumunan warga, Dani menuturkan jika jadwal pembagian BST ini diatur oleh kantor pos dan Kecamatan melalui TKSK.

“Pembagian jadwal ini ditentukan oleh Kantor Pos yang kemudian berkoordinasi dengan kecamatan melalui TKSK dan  Desa/Kelurahan untuk mengatur waktu dan tempatnya,” jelas Dani.

“Semua tergantung dari kantor pos, karena mereka personilnya terbatas,” imbuhnya.

Artinya, kata Dani lagi, Koordinasi sudah dilakukan tetapi dilapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Baca Juga : Tahap Awal, Kabupaten Karawang Akan Menerima 11 Ribu Vaksin

“masyarakat memang seperti itu kenyataannya, masa kita harus teriak teriak terus, masyarakat susah juga diatur,” pungkasnya.

Tags:

Berita Terkait

Related News