Daud Achmad: Vaksin Melindungi Diri Kita Dan Orang Lain

BANDUNG – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sub divisi Komunikasi Publik dengan tema Jabar siap vaksinasi melalui virtual, Selasa (12/1/2021).

Rakor ini diikuti sekitar 75 orang, bertindak sebagai moderator Ketua Divisi Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) dan relawan satgas penanganan covid-19 Jabar Setiaji, Daud Achmad ketua harian satgas Covid-19 provinsi Jabar dan tiga narasumber, Panji Hadisoemarto Pakar epidemiologi Unpad, Dilla Amran pakar strategi komunkasi, Santi Indra Astuti akademisi serta Diskominfo Kabupaten Kota Se-Jabar.

Daud Achmad selaku ketua harian Satgas Covid-19 Provinsi Jabar mengatakan, ada sebagian masyarakat yang menolak vaksinasi kemudian membuat konten-konten di media sosial terkait penolakan vaksinasi sehingga hal tersebut akan berpengaruh besar kepada masyarakat.


“Saya berharap pada pertemuan kali ini bisa dibahas agar muncul gagasan-gagasan dan strategi komunikasi seperti apa yang tepat,” imbuhnya.

Daud mengungkapkan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam memberikan pemahaman kepada masyarkat terkait vaksinasi covid-19.

“Bagaimana kita bisa membuat pesan-pesan yang jelas, sehingga mereka akan sadar bahwa protokol kesehatan ini sangat penting,” katanya.

Daud menjelaskan, tujuan vaksin adalah untuk menurunkan kasus aktif Covid-19, ia berharap dengan adanya vaksinasi akan memperkuat sistem kesehatan masayarakat secara menyeluruh dan segala macam kegiatan bisa kembali normal.

“Jabar menerima 97 ribu dosis vaksin sesi pertama untuk 4.800 orang, vaksin tersebut hari ini mulai didistribusikan ke tujuh kabupaten kota,” imbuhnya.

Daud menambahkan, tahap pertama vaksin adalah SDM kesehatan yang saat ini menjadi garda terdepan, ia berharap tenaga kesehatan akan selalu siap melayani, dilanjutkan dengan para pejabat dan tokoh masyarakat.

“Penyuntikan akan dilakukan tanggal 14 januari, diawali para tenaga kesehatan kemudian dilanjutkan para pejabat dan tokoh masyarakat, tujuannya agar masyarakat tahu bahwa vaksin ini aman dan sudah keluar pernyataan dari MUI bahwa vaksin ini halal dan suci,” ungkapnya.

Daud mengatakan, perang terhadap covid-19 merupakan perang seluruh masyarakat.

“Dengan di vaksin, kita tidak hanya melindungi diri kita, tetapi juga melindungi orang lain. Tetap sehat, jaga diri, jaga keluarga, jaga negara” tutupnya.

Tags:

Berita Terkait

Related News