Solidaritas Penyintas Covid-19 Sambut Donor Plasma Darah


KOTA BANDUNG - Sejumlah penyintas Covid-19 menyambut baik gerakan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang mencanangkan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Kovalesen secara daring bersama Palang Merah Indonesia dan rumah sakit seluruh Indonesia, Senin (18/01/2021).

Halnya dikemukakan Wildan (37) warga Bojongsoang, Kabupaten Bandung yang merupakan seorang penyintas Covid-19. Wildan menyatakan dirinya merasa terpanggil untuk mendonorkan plasma darahnya setelah sebelumnya melihat di Instagram milik PMI Kota Bandung.

Setelah isolasi selama 14 hari di rumahnya dengan gejala mual dan sakit badan, pada 23 Desember 2020 lalu, karyawan swasta ini kemudian dinyatakan sehat oleh dokter puskesmas. Dan saat ini sudah beraktivitas kembali seperti biasa.

“Saya sudah terdaftar sebagai pendonor plasma darah. Sebelumnya ngisi dulu formulir online, ditanyain profil dan riwayat Covid-19, kapan positif kapan sembuh dan macam- macam. Sekarang tinggal nunggu wawancara, jadi diseleksi lagi,” katanya.  

Wildan sudah lebih dari 30 kali mendonorkan darahnya sehingga sudah terbiasa dengan jarum besar. Tapi untuk donor plasma adalah pengalaman pertamanya.

“Jadi saya belum tahu akan seperti apa pengambilan darahnya nanti. Sama atau beda dengan donor biasa,” ujarnya.

Wildan berharap, kadar antibodi dalam tubuhnya tergolong berlimpah sehingga dapat membantu pasien positif yang bergejala berat.

“Saya termasuk beruntung karena gejalanya ringan. Tapi banyak pasien dengan gejala berat sedang berjuang di ruang perawatan. Saya harap saya bisa jadi donor plasma dan dapat membantu orang lain,” harapnya.

*TERAPI PLASMA DARAH*

Apa itu?
Donor plasma darah dari penyintas COVID-19 ke pasien positif untuk membantu kesembuhan.  

Manfaat
Mengurangi risiko kematian pasien
Mempercepat penyembuhan pasien
Proses cepat bagi pendonor.  

Legalitas
WHO dan Food Drugs Administration (BPOM-nya Amerika Serikat).

Syarat Pasien
Bergejala sedang dan berat, ringan tak boleh.

Syarat Pendonor:
Umur 18-60 tahun.
Laki- laki dan perempuan yang belum pernah hamil.
Bera badan 55 kg.

Tak punya penyakit penyerta (diabetes, jantung, hipertensi tak terkendali, sipilis, HIV/AIDS, gagal ginjal, kanker, etc).
Pernah terdiagnosa COVID-19 dengan gejala (mual, muntah, flu, batuk, bersin, sesak napas, mata merah).
Melampirkan hasil swab positif PCR atau rapid antigen.
Sudah bebas gejala minimal 14 hari setelah isolasi.
Harus dilakukan dalam jangka waktu maksimal tiga bulan setelah negatif.  

Prosedur:
Telepon kantor PMI yang melayani plasma darah
Isi formulir online
Tunggu telepon dari petugas
Wawancara dan skrining kesehatan di kantor PMI
Pengambilan plasma darah

PMI yang buka donor plasma darah
PMI Bandung
PMI Kab Bekasi
PMI Kab Cirebon
PMI Kab Bogor

Tags:

Berita Terkait

Related News