Antisipasi Gempa Geologi Sesar Lembang, Ini Langkah BPBD Bandung Barat

BANDUNG, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) secara intensif melakukan sosialisasi dan pemahaman terkait sesar Lembang.

Kepala Pelaksana BPBD KBB Duddy Prabowo menyebutkan, hal itu sebagai upaya agar masyarakat bisa mengetahui potensi dan tingkat kerawanan dari sesar Lembang. Di KBB ada empat kecamatan yang terlintasi sesar Lembang.

"Kita secara intens terus lakukan edukasi, karena mau tidak mau, suka tidak suka, semua aktivitas kita berada di atas patahan sesar Lembang. Seperti di Kecamatan Padalarang, Cisarua, Parongpong, dan Lembang," kata Duddu, Senin (25/1/2021).

Menurut dia, empat kecamatan itu memang terlintasi oleh sesar Lembang yang membentang sepanjang kurang lebih 29 kilometer dari Lembang hingga Padalarang.

Sosialisasi bahkan sudah dilakukan sejak tahun 2015 ke sekolah-sekolah dengan mendirikan sekolah siaga bencana dan pembentukan desa tanggap bencana.

BPBD, terang dia, juga memiliki rencana kontigensi. Rencana kontigensi itu dilakukan sebagai antisipasi ketika bencana geologi akibat sesar Lembang sewaktu-waktu terjadi.

Menurut Duddy, hal itu berkaca dari kejadian bencana gempa dan pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Muril, Kecamatan Cisarua, pada 2011 lalu, yang mengakibatkan sejumlah rumah rusak.

"Bencana (Muril) salah satunya karena sesar Lembang meskipun saat itu pergerakannya relatif kecil. Dari situ kita siapkan langkah antisipasi ketika sesar Lembang bergerak lebih besar," terang Duddy.

Lebih lanjut, pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah jalur-jalur evakuasi serta memasang rambu-rambu peringatan bahaya dengan difasilitasi pihak BNPB.

Di antaranya ialah di daerah Tebing Keraton dan Sesko AU. Mengingat ada tiga segmen patahan sesar Lembang yang harus diwaspadai.

"Kami juga bersama BMKG sudah memasang alat pendeteksi kegempaan di empat lokasi. Yakni di Cisarua, Kompleks Pemda KBB, Cikalongwetan, dan Saguling," pungkasnya.

Tags:

Berita Terkait

Related News