Regenerasi Pertuni Di Era Revolusi Industri 4.0

BANDUNG - Setiap tanggal 26 Januari diperingati sebagai hari Persatuan Tunanetra Indonesia (pertuni). Peringatan HUT Pertuni tahun ini merupakan yang ke-55 tahun.

Pertuni Pusat mengambil tema besar peringatan yakni Regenerasi Pertuni Di Era Revolusi Industri 4.0. Sementara di Jabar, HUT Pertuni diselenggarakan melalui kegiatan webinar pada Senin (25/1/2021) dengan mengambil tema Edukasi di Masa Pandemi Covid-19, Peran dan kedudukan Balai Wyata Guna dalam Keterbukaan Informasi Bagi layanan Rehabilitasi Sosial dan Membuka Wawasan Informasi Melalui SIVOTUN Jabar Bagi Disabilitas Sensorik Netra.

Webinar dihadiri oleh istri Gubernur Jabar Atalia Ridwan Kamil dan beberapa pembicara antara lain Aria Indrawati yang merupakan Ketua Pertuni Pusat, hadir sebagai pembicara lainnya adalah Kepala Balai Wyata Guna Sudarsono, Kadiskominfo Jabar Setiaji dan Kasi Komunikasi Publik pada Bidang IKP Diskominfo Jabar Indah Dwianti.

Dalam paparannya, Ketua Pertuni Pusat Aria Indrawati menegaskan jika dimasa saat ini peningkatan kapasitas tunanetra menjadi hal yang sangat penting, dimana kemampuan memahami digitalisasi menjadi nilai tambah.

"Industri 4.0 adalah era dimana kegiatan serba virtual dan prosesnya saat ini semakin dipercepat dengan pandemi Covid-19. Webinar ini adalah salah satu bentuk bagaimana warga Tunanetra kini sudah mampu memanfaatkan digital," tegasnya.

Ia berharap kemampuan digital juga dimiliki oleh tunanetra di seluruh Indonesia bukan hanya di pulau Jawa atau kota-kota besar saja. Namun tentu prosesnya akan berbeda-beda di setiap daerah.  "Ada yang cepat ada yang kurang, inilah salah satu tugas Pertuni saat ini," katanya.

Menurutnya tunanetra tentu sudah memiliki keterbatasan terutama dalam bersaing dalam dunia kerja. Terlebih kedepan, tenaga manusia akan lebih banyak diganti oleh mesin atau digital. Sehingga ia mendorong agar warga tunanetra memiliki kemampuan di bidang digital.

"Maka perhatikan aspek pendidikan secara serius. Semua anak Tunanetra harus sekolah," tegasnya.

Sehingga ia meminta kepada Pemprov Jabar untuk mendata anak-anak tunanetra untuk bisa bersekolah.

"Saya berpesan, tolong cari anak tunanetra di Jabar melalui kerjasama bupati atau walikota, temukan mereka dan bawa mereka sekolah. Karena kalau tidak berpendidikan mereka tidak akan bisa menjadi bagian dari revolusi industri 4.0," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Atalia Ridwan Kamil mengatakan sudah mencatatnya dan akan segera menyampaikan kepada gubernur.

"Pelatihan sudah banyak diberikan oleh Pemprov Jabar, meski memang untuk kalangan disabilitas belum menyeluruh. Sebab data memang masih belum lengkap. Ada sebagian masyarakat yang memiliki keluarga disabilitas enggan melapor. Melalui Pertuni, kami berharap kerjasama untuk pendataan," tegasnya.

Ia juga menyarankan agar kalangan disabilitas bergabung dalam komunitas atau organisasi. Tujuannya untuk saling bertukar informasi, saling menguatkan dan saling membantu dimasa pandemi saat ini.

"Kami juga menyediakan bantuan pendanaan melalui kredit Mesra yang dapat diakses masyarakat," ujar Atalia yang juga aktif dalam Jabar Bergerak.

Tags:

Berita Terkait

Related News