Dijual Online Hotel-hotel Berbintang Di Bandung

 

BANDUNG,- Sejumlah hotel berbintang di Bandung, Jawa Barat, dijual di situs jual beli properti online, dotproperty.id. Hotel tersebut dijual dari harga jutaan hingga miliar.  Rabu (17/2), hotel The Valley Resort Hotel Dago Pakar dijual dengan harga Rp85 juta di situs tersebut. Selanjutnya, ada pula hotel-hotel dari Grup Zodiak yang dibanderol dengan harga Rp20 miliar sampai Rp50 miliar.

Misalnya, Zodiak Kebon Jati Hotel dijual seharga Rp20 miliar, Zodiak Paskal Hotel Rp55 miliar, dan Zodiak Asia Afrika Hotel Rp58 miliar. Sementara itu, Hotel The Naripan dibanderol Rp47 miliar di situs tersebut.
Selanjutnya, ada pula beberapa hotel dari Grup Serela yang dijual, seperti Serela Waringin Hotel Rp128 miliar, Serela Cihampelas Hotel Rp133 miliar, Serela Merdeka Hotel Rp137 miliar, Serela Riau Hotel Rp260 miliar, serta Grand Serela Setiabudhi Rp310 miliar.

Tidak ketinggalan, Gino Feruci Braga dijual seharga Rp239 miliar dan Gino Feruci Kebonjati Rp397 miliar, serta Banana Inn Hotel Bandung Rp262 miliar.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muhtar membenarkan soal fenomena penjualan sejumlah hotel di Bandung.

Bahkan, menurut perhitungan PHRI Jabar, sudah ada 62 hotel yang dijual secara online dan offline, misalnya ke kolega pengusaha.
"Awalnya ramai berita ada sekitar 10 hotel yang dijual, tadi malam datanya ada 62 hotel yang dijual. Mungkin nanti nambah lagi," ujar Herman kepadaAwak media, Rabu (17/2).

Herman mengatakan data 62 hotel yang dijual saat ini berada di kawasan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cimahi. Sementara, data hotel yang dijual mencapai 150 hotel di Jawa Barat.

"Ini kenapa pada dijual? Ya karena daya tahan pengusaha terhadap kondisi ekonomi saat ini sudah tidak kuat. Mereka perkirakan (pandemi covid) selesai Juli (2020), ternyata tidak, November, Desember, Januari, sampai sekarang Februari, ternyata tidak juga," jelasnya.

Masalahnya, sambung Herman, dampak pandemi membuat masyarakat tidak bepergian, apalagi menginap di hotel. Kalau ada, itu hanya segelintir saja dan tidak cukup untuk menutup mendatangkan keuntungan kepada pengusaha.
Jangankan keuntungan, bahkan biaya operasional pun tidak tertutupi. "Income sudah tidak bisa tutup, apalagi mereka ada yang berhubungan dengan bank, ada pengambilan kredit, utang," katanya.

Di sisi lain, ia menilai bantuan dari pemerintah terbilang minim. Salah satunya dalam bentuk program hibah pariwisata.

"Ini paling yang dapat cuma 80 hotelan, sementara di Kota Bandung saja, itu hotel ada 470 hotel. Yang lainnya belum (dapat bantuan), jadi ya mereka cari jalan keluar sendiri dengan jual hotel," terang dia.

Penjualan hotel pun, kata Herman, mau tidak mau dilakukan lantaran pengusaha sudah lama terlilit utang bank. Hal ini karena restrukturisasi kredit yang didapat dari bank tidak terlalu lama.
"Ya jadi daripada utang makin besar, lebih baik dijual. Daripada hotelnya jadi aset nganggur, ya jual. Kalau dulu kan nilai aset tumbuh lebih cepat dari utang, jadi pengusaha ambil utang buat bikin lagi, bikin lagi, tapi sekarang bunga utangnya yang lebih besar daripada asetnya, jadi harus keluarkan aset tidak produktifnya, ya dengan jual hotelnya," tandasnya.

Redaksi telah berusaha menghubungi pihak hotel yang melakukan penjualan di situs tersebut. Redaksi sempat berkomunikasi dengan Eric, salah satu agen penjual hotel-hotel tersebut.

Namun, yang bersangkutan tidak ingin memberi komentar. Ia juga tidak ingin mengungkap siapa saja pemilik hotel yang dijual tersebut.

Redaksi juga menghubungi Hotel Serela Bandung dan Gino Feruci. Begitu juga dengan dotproperty.id. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari masing-masing hotel.

 

source: CNNindonesia

 

Tags:

Berita Terkait

Related News