Promosikan Prostitusi, Pembuat Aplikasi Kencan Di Malaysia Ditangkap.

MALAYSIA - Pendiri aplikasi kencan "sugar daddy" “Sugarbook” yang kontroversial di Malaysia ditangkap karena diduga mempromosikan prostitusi.

Penangkapannya didasarkan pada undang-undang anti-prostitusi. Polisi tidak menyebutkan nama tersangka tetapi media dan situs web Sugarbook mengatakan pendirinya adalah Darren Chan yang berusia 34 tahun.

Pendiri aplikasi ditangkap di Kuala Lumpur. Dia dibebaskan, tetapi Straits Times mengatakan dia ditangkap kembali pada Kamis (18/2).

"Kami sedang menyelidiki kasus untuk menerbitkan atau mengedarkan pernyataan, rumor atau laporan apa pun dengan maksud untuk menimbulkan ketakutan atau kekhawatiran kepada publik, berbagi konten yang menyinggung atau mengancam, dan prostitusi," kata kepala polisi Fadzil Ahmat menurut situs Straits Times.

Dia diperkirakan tidak berkomentar sejak penangkapannya tetapi dia sempat membuat cuitan di Twitter.

“Meskipun kami tidak memiliki bentuk ketelanjangan, konten dewasa atau prostitusi, kami telah kalah dalam pertempuran,” cuit Chan pada Selasa (16/2).

"Kami percaya bahwa pemerintah Malaysia kami tahu apa yang terbaik untuk rakyat,” terangnya.

Situs “Sugarbook” berjanji untuk menghubungkan wanita yang lebih muda dengan pria yang lebih tua yang diharapkan memberikan dukungan finansial.

Minggu lalu aplikasi tersebut membual bahwa ribuan siswa, yang disebut "sugarbabies", telah bergabung. Akses kemudian diblokir setelah protes.

Slogan aplikasinya adalah "di mana asmara bertemu dengan keuangan". Aplikasi itu diklaim menawarkan "hubungan gula" di mana kedua orang "menentukan apa yang mereka inginkan dalam suatu hubungan dengan imbalan dukungan finansial".

Chan juga mengatakan itu adalah "platform jejaring sosial yang membantu membangun hubungan yang menguntungkan dengan elit masyarakat kita".

Minggu lalu ada klaim di Facebook jika ribuan siswa dari 10 universitas elit di Malaysia menggunakan aplikasi untuk membiayai gaya hidup mereka.

Pada Selasa (16/2), situs web Sugarbook diblokir oleh otoritas Malaysia yang mengatakan telah melanggar peraturan internet.

Didirikan pada tahun 2016, aplikasi ini digunakan di sejumlah negara termasuk Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat (AS).

 

 

 

 

source : okezone.com

Tags:

Berita Terkait

Related News