Bamuswari Minta Tindak Tegas Oknum Bawaslu Karawang

PORTALJABAR,- Setelah salah seorang Panwas Kelurahan/Desa (PKD) Puseurjaya Kecamatan Telukjambe Timur, Puga Hilal Bayhaqie mengadukan Bawaslu Karawang ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), beredar kabar ada rencana dari beberapa Panwascam yang akan turut melaporkan oknum Bawaslu Karawang ke lembaga peradilan Pemilu tersebut.

Kabar tersebut disampaikan Ketua DPC Balai Musyawarah Indonesia (Bamuswari) Kabupaten Karawang Suharjo mengaku telah bertemu dengan dua orang mantan anggota Panwascam dari kecamatan yang berbeda.

"Kedua anggota Panwascam menunjukan tangkap layar (screen shot) percakapan yang berisi permintaan uang senilai Rp 2 juta dari orang yang mengaku sebagai Komisioner Bawaslu Kabupaten Karawang kepada Panwascam tersebut. Uang tersebut digunakan sebagai pelicin agar bisa lolos dalam seleksi Panwascam beberapa waktu lalu," ucap Suharjo pada portaljabar.net, Senin (22/2).

Dari percakapan yang Suharjo baca, orang yang mengaku Komisioner Bawaslu itu meminta uang untuk bagi-bagi dengan rekan-rekan Bawaslu lainnya.

Tentunya bercermin pada pengalaman pengaduan DKPP sebelumnya, orang-orang yang tadinya semangat untuk bersaksi mengenai adanya permintaan uang dari oknum tertentu, tiba-tiba mundur dan tidak bersedia menjadi saksi.

"Bamuswari akan mendorong mereka bukan menjadi saksi tetapi langsung menjadi pengadu, dengan menyiapkan tim kuasa hukum dari Klinik Hukum Bamuswari yang dipimpin Agus Tholib," ungkapnya.  

Pihak Bamuswari masih menunggu proses akhir dari sidang DKPP atas aduan Puga Hilal Bayhaqie.

Ia berharap oknum-oknum yang terlibat pemecatan terhadap Puga Hilal, harus segera dipecat, agar pihaknya tak perlu kembali membuat pengaduan ke DKPP.

"Kalau kita sudah menemukan kebusukan-kebusukan yang terungkap, mungkin juga ada kebusukan-kebusukan yang lain belum diketahui, kiranya oknum-oknum itu harus ditindak tegas dan diganti oleh orang yang lebih profesional,"

Seperti diketahui kasus pemberhentian tetap yang dilakukan Bawaslu Karawang kepada PKD Puseurjaya berawal dari merekam dan menyebarkan video sikap tidak hormat Kepala Desa Sukaluyu Telukjambe Timur Ayum Nurlaelasari, yang merokok di dalam ruangan dan main game ketika hendak diperiksa Panwascam Telukjambe Timur.

Kasus tersebut berbuntut panjang setelah Ayum Nurlaelasari mengerahkan masa ke Panwascam Telukjambe Timur dengan mendesak PKD Puseurjaya itu untuk meminta maaf sambil divideokan.

"Hanya saja Puga Hilal menolaknya, dan ia pun rela diberhentikan oleh Bawaslu Kabupaten Karawang. Hingga kemudian ia mengadu ke DKPP, kasusnya akan disidangkan pada Selasa, 23 Februari 2021 secara virtual," pungkasnya. (win's)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News