Wagub Uu Sebut Aksi Terorisme Cederai Kemanusiaan

PORTALJABAR,- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, aksi terorisme mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Ia pun mengecam keras aksi bom bunuh diri di Katedral Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3).

Hal itu dikatakan Uu saat menghadiri acara Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Jabar di Hotel Mason Pine, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (30/3).

"Memaksakan kehendak dengan berbagai cara merupakan pelanggaran normatif, pelanggaran kitab suci. Tidak ada ajaran agama, dan tidak ada kitab suci, yang menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginan pribadi atau kelompok," kata Uu.

Menurut Uu, salah satu faktor penyebab munculnya aksi terorisme adalah kurangnya wawasan kebangsaan, terutama soal nilai-nilai Pancasila.

Uu pun mendorong semua pihak, khususnya masyarakat Jabar, untuk memperkuat wawasan kebangsaan, rasa persatuan, dan kesatuan.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, memohon seluruh pihak untuk terus memupuk kebersamaan. Karena dengan persatuan dan kesatuan, kita bisa membangun bangsa dan negara," tuturnya.

Selain itu, kata Panglima Santri Jabar, dakwah harus dilakukan dengan lemah lembut.

Ia juga menyarankan umat muslim di Jabar untuk mempelajari ilmu tauhid, ilmu fikih, dan ilmu tasawuf, serta ilmu- ilmu agama lainnya secara menyeluruh.

"Dengan lemah lembut, sehingga orang bisa berubah kepada kebaikan dengan cara lemah lembutnya sebuah ajaran. Orang yang beriman adalah dia yang bermanfaat bagi manusia lainnya, termasuk dalam memberikan rasa aman dan nyaman terhadap lingkungan tempat tinggalnya," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat Iip Hidayat mengatakan bahwa pertemuan mitra strategis bidang kesbangpol se-Jawa Barat ini bertujuan untuk konsolidasi dan koordinasi dalam rangka menangkal paham radikalisme dan terorisme di Jawa Barat.

Kegiatan ini, kata Iip, sekaligus sosialisasi terkait peraturan presiden (perpres) nomor 7 tahun 2021 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme tahun 2020-2024,

"Kegiatan ini juga sebagai respon Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat terhadap aksi teror bom makassar, sekaligus langkah antisipasi dan deteksi dini terhadap gerakan radikal dan terorisme," kata Iip di tempat yang sama.

Kegiatan Forum Mitra Strategis bidang Kesbangpol se-Jawa Barat akan berlangsung selama 2 hari, yang diisi dengan kegiatan diskusi, koordinasi dan penyampaian laporan kegiatan di daerah terkait pencegahan radikalisme dan terorisme.

Forum mitra strategis kesbangpol adalah forum mandatory yang terdiri dari Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Deteksi Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT).

Dalam kegiatan forum mitra strategis kesbangpol se-Jawa Barat ini juga dilaksanakan pernyataan sikap bersama terkait aksi teror bom bunuh diri di makassar sulawesi selatan dan menolak segala pemikiran dan kegiatan yang mengarah pada radikalisme dan terorisme. (nie/*)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News